IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI (Studi Multi Situs di SMPI Hasanudin Kesamben dan SMPI Assalam Jambewangi Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar)

HILAL SOLIKIN, 175615024 (2018) IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI (Studi Multi Situs di SMPI Hasanudin Kesamben dan SMPI Assalam Jambewangi Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar). [ Thesis ]

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (634kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (737kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (285kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (619kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (621kB)
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (140kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Hilal Solikin, Dosen Pembimbing Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd dan Dr. H Teguh M.Ag: Imlementasi Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Multi Situs di SMPI Hasanudin Kesamben dan SMPI Assalam Jambewangi Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar). Tesis Program Studi Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, IAIN Tulungagung, 2018 Kata Kunci: Model Discovery Learning, Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi oleh banyaknya peserta didik yang kurang antusias terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pembelajran pendidikan Agama Islam yang masih mengutamakan hasil dari aspek kognitif saja. Seharusnya Pendidikan Agama Islam lebih mengutamakan hasil pembelajaran pada suatu praktik atau perubahan sikap pada peserta didik terhadap lingkungan kehidupan sehari-hari. Peserta didik dibiasakan untuk menerima masalah dan terbiasa untuk memecahkan serta menghadapinya dengan penuh pertimbangan dan tanggungjawab yang disesuaikan dengan dasar dari AL Qur’an dan Hadits. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan model discovery learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pertanyaan masalah dalam penulisan tesis ini adalah: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model discovery learning di SMPI Hasanudin Kesamben dan SMPI Assalam Selopuro?; (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model discovery learning di SMPI Hasanudin Kesamben dan SMPI Assalam Selopuro?; (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model discovery learning di SMPI Hasanudin Kesamben dan SMPI Assalam Selopuro?. Penelitian dengan subyek model discovery learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu peneliti wajib hadir di lapangan karena peneliti instrumen kunci (key instrument). Penelitian ini untuk mengungkap gejala holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber langsung dengan instrumen kunci peneliti itu sendiri. Peneliti datang langsung ke lokasi penelitian yaitu SMPI Hasanudin Kesamben dan SMPI Assalam Selopuro Kabupaten Blitar untuk melakukan penelitian di lapangan. Peneliti melihat dan mengikuti kegiatan model discovery learning secara langsung dalam pembelajaran PAI dengan tetap berdasar pada prinsip dan kode etik tertentu yang harus ditaati oleh peneliti. Untuk itu, kehadiran peneliti sangat diperlukan untuk mendapatkan data yang komprehensif. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model discovery learning dapat dituangkan dalam silabus dan dikembangkan dalam RPP yang dibuat pada awal tahun ajaran baru, yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga akan memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan kompetensi dari mata pelajaran PAI, RPP akan dibawa ke MGMPS dan diteruskan ke MGMP xiv center/Kabupaten. (2)Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model discovery learning dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan untuk mengembalikan konsentrasi siswa dalam memahami materi (berdo’a, membaca ayat-ayat Al-Qur,an, absensi,appersepsi). Kedua, kegiatan inti yaitu membahas materi pembelajaran dengan model discoveri learning, dengan bekerja kelompok. Siswa aktif dalam pembelajaran dikelas, yaitu mengobservasi, mengidentifikasi, pengolahan data, pembuktian data, kesimpulan. Tahap ketiga adalah kegiatan penutup, guru memberikan penguatan, do’a bersama dan dilanjut ucapan salam. (3) Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model discovery learning dilaksanakan dengan cara non tes yaitu dengan cara observasi pada proses pembelajaran berlangsung dengan penilaian pada aspek spiritual dan aspek sosial. Dengan teknik tes yaitu dengan UH, UTS dan UAS

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: 175615024 HILAL SOLIKIN
Date Deposited: 26 Nov 2018 07:11
Last Modified: 26 Nov 2018 07:11
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/9820

Actions (login required)

View Item View Item