PROSES BERPIKIR DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 NGANTRU TULUNGAGUNG

ANING IFADA LUTFI, 1724143029 (2018) PROSES BERPIKIR DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 NGANTRU TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (504kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (613kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (284kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (483kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (739kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (352kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (403kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (172kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (312kB)

Abstract

ABSTRAK Lutfi, Aning Ifada. 2018. “Proses Berpikir dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Teorema Pythagoras Ditinjau Berdasarkan Kemampuan Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 1 Ngantru Tulungagung”. Skripsi, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program strata satu IAIN Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Muniri, M.Pd. Kata Kunci: Proses Berpikir, Pemecahan Masalah dan Kemampuan Matematika Dalam bermatematika, tidak dapat terlepas dari proses berpikir. Aktifitas yang dibutuhkan dalam kaidah berlogika menuntut keterampilan berpikir secara logis. Berpikir merupakan suatu aktivitas untuk memecahkan masalah yang semakin lama semakin rumit dan membutuhkan struktur analisis yang dalam. Seperti halnya sebagian menganggap soal cerita merupakan soal yang rumit dan lebih sulit untuk diselesaikan melalui cara yang praktis. Sehingga diperlukan penekanan pada proses berpikir yang baik untuk siswa dari berbagai tingkatan kemampuan matematikanya baik siswa berkemampuan metematika tinggi, sedang dan rendah. Hal ini dikarenakan kemampuan matematika tersebut mempengaruhi proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah guna meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah proses berpikir siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal matematika materi teorema Pythagoras kelas VIII SMPN 1 Ngantru Tulungagung? (2) Bagaimanakah proses berpikir siswa berkemampuan sedang dalam menyelesaikan soal matematika materi teorema Pythagoras kelas VIII SMPN 1 Ngantru Tulungagung? (3) Bagaimanakah proses berpikir siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan soal matematika materi teorema Pythagoras kelas VIII SMPN 1 Ngantru Tulungagung?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal matematika materi teorema Pythagoras kelas VIII SMPN 1 Ngantru Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII-E SMPN 1 Ngantru Tulungagung yang terdiri dari 2 siswa berkemampuan matematika tinggi, 2 siswa berkemampuan matematika sedang dan 2 siswa berkemampuan matematika rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan: 1) Observasi, 2) Tes, 3) Wawancara, 4) Catatan Lapangan, 5) Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Pengecekkan keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah ketekunan pengamat, triangulasi waktu dan pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses berikir siswa berkemampuan matematika tinggi adalah konseptual yaitu siswa mampu menyatakan apa yang diketahui dalam soal dengan bahasa sendiri atau mengubah dalam kalimat matematika, mampu menyatakan apa yang ditanya dalam soal dengan bahasa sendiri atau mengubah dalam kalimat matematika, membuat rencana penyelesaian dengan lengkap, mampu menyatakan langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan soal menggunakan konsep yang pernah dipelajari dan mampu memperbaiki jawaban (2) proses berpikir siswa berkemampuan matematika sedang cenderung semi konseptual yaitu siswa mampu menyatakan apa yang diketahui dalam soal dengan bahasa sendiri atau mengubah dalam kalimat matematika, mampu menyatakan apa yang ditanya dalam soal dengan bahasa sendiri atau mengubah dalam kalimat matematika, membuat rencana penyelesaian tetapi tidak lengkap, kurang mampu menyatakan langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan soal menggunakan konsep yang pernah dipelajari, dan tidak mampu memperbaiki kekeliruan jawaban (3) proses berpikir siswa berkemampuan matematika rendah adalah komputasional yaitu siswa tidak mampu menyatakankan apa yang diketahui dalam soal dengan bahasa sendiri atau mengubah dalam kalimat matematika, tidak mampu menyatakan apa yang ditanya dalam soal dengan bahasa sendiri atau mengubah dalam kalimat matematika, tidak membuat rencana penyelesaian, tidak mampu menyatakan langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaiakan soal menggunakan konsep yang pernah dipelajari dan tidak mampu memperbaiki kekeliruan jawaban.

Item Type: Skripsi
Subjects: Matematika
Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: 1724143029 ANING IFADA LUTFI
Date Deposited: 09 Aug 2018 07:04
Last Modified: 09 Aug 2018 07:04
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/8834

Actions (login required)

View Item View Item