PENGGUNAAN URINOIR DALAM TINJAUAN MEDIS DAN FIQH

RINGGA SOEMEIDANI, 1712143080 (2018) PENGGUNAAN URINOIR DALAM TINJAUAN MEDIS DAN FIQH. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (421kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (283kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (131kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (257kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (678kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (495kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (451kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (86kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (947kB)

Abstract

ABSTRAK Ringga Soemeidani (1712143080), Penggunaan Urinoir Dalam Tinjauan Medis Dan Fiqh, Jurusan Hukum Keluarga Islam, IAIN Tulungagung Pembimbing: Dr. Iffatin Nur., M.Ag. Kata kunci : Urinoir, Dampak Medis dan Fiqh Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi karena adanya perkembangan toilet yang dinamakan urinoir untuk laki-laki yang penggunaannya harus dengan cara berdiri, dengan ini terdapat diberbagai macam pendapat yang berkaitan dengan posisi kencing, dimana ada hadis-hadis yang membolehkan kencing berdiri dan disisi lain ditemukan pula hadis yang melarang, kontroversi hadis menimbulkan pertanyaan tentang kebolehan dan tidak bolehan kencing berdiri. Selain itu sudah ada penelitian tentang medis yang berkaitan dengan kencing sambil berdiri. Oleh karena itu menimbulkan ketertarikan peneliti untuk mengetahui fenomena penggunaan urinoir dengan tinjauan medis dan fiqh ibadah pada mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum. Rumusan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penggunaan urinoir dalam tinjauan medis, (2) Bagaimana penggunaan urinoir dalam tinjauan fiqih? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Agar dapat mengetahui penggunaan urinoir dalam tinjauan medis, (2) Agar dapat mengetahui penggunaan urinoir dalam tinjauan fiqih. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan jenis penelitian pustaka (library research). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal berupa ciptaan, buku-buku, surat kabar, majalah-majalah dan lain sebagainya yang berkaitan dengan permasalahan dasar. Sedangkan tehnik analisa yang digunakan adalah Conten Analysis (analisis isi), Metode Comparatif Analysis. Hasil dari penelitian ini bahwa: (1) Penggunaan urinoir dalam tinjauan medis yang digunakan harus dengan berdiri berakibat tidak baik bagi kesehatan, karena dengan ini dapat tersisanya urin pada kandung kemih yang berakibat tidak baik bagi kesehatan, selain itu kencing dengan jongkok merupakan posisi terbaik menurut medis. (2) Penggunaan urinoir dalam tinjauan fiqh yang digunakan harus dengan berdiri dihukumi makruh seperti halnya diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, bahwasannya beliau tidak pernah kencing berdiri semenjak memeluk Islam, seperti halnya Imam Malik memakruhkan hal ini. Sementara Rasulullah SAW kencing berdiri hanya menjelaskan akan kebolehan hal tersebut. Begitu juga halnya para ulama fiqh yang membolehkan kencing berdiri dengan syarat menjaga agar kain yang dikenakan tidak terkena percikan air kencing dan menjaga ketentraman orang lain.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: SH 1712143080 RINGGA SOEMEIDANI
Date Deposited: 01 Aug 2018 06:51
Last Modified: 01 Aug 2018 06:51
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/8632

Actions (login required)

View Item View Item