PAJAK PERSPEKTIF IBNU KHALDUN

ASEP MURTADHO, 2824123006 (2018) PAJAK PERSPEKTIF IBNU KHALDUN. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (458kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (144kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (91kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (191kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (156kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (303kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (138kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (12kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (70kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pajak Perspektif Ibnu Khaldun” ini ditulis oleh Asep Murtadho, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Ekonomi Syariah, Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Muhammad Aswad, M.A Kata Kunci: Pajak, Ibnu Khaldun Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran Ibnu Khaldun mengenai pajak. Menurut Ibnu Khaldun jika pajak terlalu rendah, pemerintah tidak dapat menjalani fungsinya, jika pajak terlalu tinggi, tekanan fiskal menjadi terlalu kuat, sehingga laba para pedagang dan produsen menurun dan hilanglah insentif mereka untuk bekerja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana konsep pajak menurut Ibnu Khaldun? 2) Bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi pajak menurut Ibnu Khaldun? 3) Bagaimana sintesis pemikiran Ibnu Khaldun tentang pajak dengan system perpajakan negara Indonesia? Jenis penelitian yang digunakan penelitian adalah penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan cara mengkaji dan menelaah kitab Muqaddimah yang membahas tentang pajak perspektif Ibnu Khaldun. Teknik pengumpulan datanya yang digunakan adalah metode dokumentasi. Dokumen adalah sesuatu yang tertulis atau tercetak, yang dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan. Teknik analisis datanya adalah Analisis Isi (content analysis). Dalam melakukan analisis terhadap data yang peneliti peroleh, peneliti menggunakan teknik content analysis yang diterjemahkan dengan analisis isi atau kajian isi Hasil penelitiannya adalah 1) Menurut Ibnu Khaldun apabila beban pajak ringan maka masyarakat akan antusias membayar pajak dan sebaliknya apabila beban pajak tinggi maka masyarakat enggan membayar pajak dan semangat kerja mereka akan menurun. Selain itu, petugas pajak harus diawasi agar dana pajak tidak diselewengkan dan disalahgunakan karena akan menghambat pembangunan dan merugikan Negara. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pajak menurut Ibnu Khaldun adalah sebagai berikut: a) Pendapatan banyak dan gaji sedikit, pada saat daulah yang bersifat primitif (badawah), daulah ketika pendapatan dan gaji yang dibebankan atas rakyat itu sedikit, maka rakya bersemangat dan senang bekerja. b) Pendapatan pajak berkurang dan gaji banyak, setelah daulah terus berkembang dan terus berlanjut, yang mana rajanya berganti satu dengan yang lainnya, mereka mulai berpikir cerdik, hilang pula cara-cara badawah, kesederhanaan, sikap abai dan menghindari harta yang lain. 3) Sintesis pemikiran Ibnu Khaldun tentang pajak dengan system perpajakan negara Indonesia pada kondisi saat ini dimana keadaan perekonomian yang lagi tidak stabil dan kurangnya antusias masyarakat dalam membayar pajak dan banyaknya yang tidak taat dalam membayar pajak sehingga pemerintah mengeluarkan program Tax Amnesty untuk meringankan beban pajak yang ditanggung wajib pajak. Pemungutan dan penyaluran dana pajak harus efektif dan efesien Agar bisa mewujudkan masyarakat dan negara yang sejahtera. Pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun sangat relevan dengan sistem ekonomi Islam dan keadaan perekonomian Indonesia saat ini, sebab sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, dan nilai dasar ekonomi Islam yaitu: Tauhid, Keadilan, kebebasan dan tanggung jawab.

Item Type: Skripsi
Subjects: Ekonomi > Bisnis Islam
Ekonomi > Ekonomi Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah
Depositing User: 2824123006 ASEP MURTADHO
Date Deposited: 03 Aug 2018 03:21
Last Modified: 03 Aug 2018 03:21
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/8602

Actions (login required)

View Item View Item