ALUR BERPIKIR ANALITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI LEVEL KOGNITIF SISWA

SYAFIUL FUAD, 1724143241 (2018) ALUR BERPIKIR ANALITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI LEVEL KOGNITIF SISWA. [ Skripsi ]

[img] Text
Cover.pdf

Download (812kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (251kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (157kB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (361kB)
[img] Text
Bab II.pdf

Download (569kB)
[img] Text
Bab III.pdf

Download (174kB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab V.pdf

Download (401kB)
[img] Text
Bab VI.pdf

Download (20kB)
[img] Text
Daftar Rujukan.pdf

Download (120kB)

Abstract

Kemampuan berpikir yang penting dikuasai oleh siswa adalah kemampuan berpikir analitis. Karena kemampuan berpikir analitis sebagai pondasi untuk tercapainya tujuan pendidikan matematika. Berpikir analitis merupakan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills). Kurikulum 2013 yang saat ini sedang berlaku, merupakan upaya untuk mewujudkan keterampilan berpikir tingkat lebih tinggi. Kemampuan berpikir analitis dapat dikembangkan dengan pembelajaran pemecahan masalah. Pemecahan masalah memiliki kaitan yang erat dengan keberadaan level kognitif. Level kognitif berarti tingkat kemampuan kognitif siswa. Berkenaan dengan penjelasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana alur berpikir analitis siswa dengan level kognitif tinggi, sedang, dan rendah dalam pemecahan masalah matematika non-rutin berdasarkan tahapan Polya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang dilaksanakan di SMAN 1 Ngunut Tulungagung.. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Tes yang diberikan adalah tes berpikir analitis yang terdiri dari soal-soal garis lurus dan program linear. Teknik wawancara digunakan untuk mendalami kemampuan berpikir analitis subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan alur berpikir analitis antara subjek level kognitif tinggi (ST), sedang (SS), dan rendah (SR) pada langkah pemecahan masalah Polya. ST menunjukkan kemampuan berpikir analitis yang lebih baik dibanding SS dan SR. Berikut adalah alur berpikir analitis ST dalam pemecahan masalah matematika: (1) Memahami masalah: Membedakan (differentiating); menyebutkan apa yang diketahui dan yang ditanyakan. Mengorganisasi (oganizing); menuliskan dengan benar apa yang diketahui dengan model matematika. Memberikan Atribut (attributing); menjelaskan keterkaitan antara yang diketahui dengan yang ditanyakan. (2) Merencanakan penyelesaian: Mengorganisasi (oganizing); menyatakan kembali dengan benar masalah ke dalam model matematika, memilih konsep matematika dalam menyelesaikan masalah matematika, menyebutkan strategi penyelesaian dari masalah matematika. Memberikan Atribut (attributing); menjelaskan perlunya menyatakan kembali masalah ke dalam bentuk atau model matematika, menjelaskan konsep yang dipilihnya, menjelaskan strategi yang dipilihnya. (3) Melakukan rencana penyelesaian: Mengorganisasi (oganizing); menggunakan konsep matematika yang dipilihnya dalam menyelesaikan masalah matematika, menggunakan strategi yang dipilihnya dengan benar dalam menyelesaikan masalah. Memberikan Atribut (attributing); menjelaskan keterkaitan konsep matematika dengan yang ditanyakan, mengaitkan dengan benar hasil penyelesaian dengan apa yang ditanyakan. (4) Melihat kembali penyelesaian: Memberikan Atribut (attributing): membuktikan bahwa hasil penyelesaiannya benar, menuliskan dan menyebutkan dengan benar kesimpulan dari hasil penyelesaian. Kata Kunci: Berpikir Analitis, Level Kognitif, Pemecahan Masalah.

Item Type: Skripsi
Subjects: Matematika
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: 1724143241 SYAFIUL FUAD
Date Deposited: 31 Jul 2018 01:56
Last Modified: 31 Jul 2018 01:56
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/8421

Actions (login required)

View Item View Item