JEDOR SEBAGAI MEDIA PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI TULUNGAGUNG

ANITA WIDYASARI, 2832133004 (2018) JEDOR SEBAGAI MEDIA PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (200kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (90kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (221kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (194kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (125kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (494kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (116kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (24kB)
[img] Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (87kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Jedor Sebagai Media Penyebaran Agama Islam Di Tulungagung” ini ditulis oleh Anita Widyasari, NIM. 2832133004, Pembimbing Dr. H. Teguh, M.Ag. Kata kunci: Jedor, Media Penyebaran Agama Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa banyak yang tidak mengetahui nilai dan makna dari sebuah kesenian. Terutama kesenian tradisional. Salah satu kesenian tradisional di Jawa Timur adalah jedor. Kesenian ini masih mempertahankan makna-makna di dalamnya. Akan tetapi, seiring berkembangnya waktu kesenian ini kurang diminati oleh masyarakat. Bahkan terancam punah jika diabaikan baik oleh masyarakat sendiri atau pemerintah. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana sejarah kesenian Jedor menjadi media penyebaran Agama Islam di Tulungagung? (2) Bagaimana keberlangsungan dan masadepan kesenian Jedor di Tulungagung saat ini?Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana jedor sebagai media penyebaran islam di Tulungagung dan eksistensinya saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian dengan cara deskripsi menggunakan kata-kata dan bahasa. Penelitian dilakukan dalam keadaan yang alamiah atau natural. Dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana kesenian jedor sebagai media penyebaran Islam di Tulungagung dan dapat di jelaskan dari alat-alatnya dan juga makna yang terkandung dalam isi bacaan jedor saat pertunjukan. Meskipun tidak dimaknai secara keseluruhan, namun para pelaku seni masih mempertahankan makna apa yang ia ketahui. Mengenai eksistensi kesenian jedor saat ini di masyarakat kesenian jedor masih diterima dengan baik. Dengan menambahkan unsur hiburan lain seperti campursari, pertunjukan jedor lebih mampu menarik banyak penonton. Selain itu kesenian jedor saat ini semakin punah karena tidak adanya generasi penerus dalam kelompok.Seharus ada perhatian khusus dari pemerintah demi terjaganya kesenian jedor ini baik berupa dana untuk perawatan properti kelompok jedor maupun ketika akan melakukan pertunjukkan. Karena jika tidak maka kesenian ini akan punah dan hanya tinggal nama saja.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Filosofi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Filsafat Agama
Depositing User: 2832133004 ANITA WIDYASARI
Date Deposited: 27 Feb 2018 07:04
Last Modified: 27 Feb 2018 07:04
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/7310

Actions (login required)

View Item View Item