PERAN ATH-THORIQOH AL QADIRIYYAH WANNAQSYABANDIYAH “AL UTSMANIYYAH” DALAM MEMBINA AKHLAK JAMA’AH DI KELURAHAN NGLEBENG PANGGUL TRENGGALEK

SITI NUR FARIDHA, 2811133246 (2017) PERAN ATH-THORIQOH AL QADIRIYYAH WANNAQSYABANDIYAH “AL UTSMANIYYAH” DALAM MEMBINA AKHLAK JAMA’AH DI KELURAHAN NGLEBENG PANGGUL TRENGGALEK. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (491kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (173kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (341kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (585kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (334kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (883kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (378kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (436kB)
[img] Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (220kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam Membina Akhlak Jama’ah dii Kelurahan Nglebeng Panggul Trenggalek” ini ditulis oleh Siti Nur Faridha, NIM. 2811133246, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, dibimbing oleh Dr. H. Nur Efendi, M,Ag. Kata Kunci: Peran, Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyah, akhlak Di era modern ini perkembangan gaya barat mulai meluas, mulai dari perkotaan sudah merambah kepedesaan. Korupsi, manipulasi, dan sederet tindakan amoral lainnya seolah sudah menjadi yang ma’ruf, karena telah dilakukan banyak orang. Namun Ajaran dalam tasawuf memberikan solusi bagi kita untuk menghadapi tentang bagaimana mengelola hati agar menjadi baik, terutama dalam aspek batin, semisal ikhlas dalam beribadah, tawakal, tawadhu, tasamuh, dan sabar dan lain sebagainnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Salah satunya adalah dengan mengikuti Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabnadiyah “Al-Utsmaniyyah”. Di dalam Ath-Thoriqoh melalui aturan-aturan tertentu untuk mencapai suatu tingkatan kerohanian. Dalam Ath-Thoriqoh nanti akan dibina mengenai pembentukan akhlak yang mahmudah. Fokus penelitian pada skripsi ini adalah: (1) Bagaimana peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak tawakal pada jama’ah kelurahan Nglebeng Panggul Trenggalek? (2) Bagaimana peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak tawadhu’ pada jama’ah kelurahan Nglebeng Panggul Trenggalek? (3) Bagaimana peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak tasamuh pada jama’ah kelurahan Nglebeng Panggul Trenggalek? Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak tawakal pada jama’ah kelurahan Nglebeng Panggul Trenggalek; (2) Untuk mengetahui pelaksanaan peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak tawadhu’ pada jama’ah kelurahan Nglebeng Panggul Trenggalek; (3) Untuk mengetahui pelaksanaan peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak tasamuh pada jama’ah kelurahan Nglebeng Panggul Trenggalek. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, pembahasan teman sejawat serta triangulasi teknik. Hasil penelitian di Nglebeng Panggul Trenggalek tentang peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak jama’ah yakni: (1) Peran Ath-Thoriqoh Al Qadiriyyah wannaqsyabandiyah “Al Utsmaniyyah” dalam membina akhlak tawakal, yaitu jama’ah Ath-Thoriqoh memiliki guru (mursyid) dalam pembinaan. Jama’ah dibaiat terlebih dahulu kemudian jama’ah diberikan arahan dan nasehat-nasehat. Kalau sudah masuk dalam Ath-Thoriqoh guru (mursyid) memberikan pembinaan spiritual kepada jama’ah Ath-Thoriqoh; (2) Dalam Ath-Thoriqoh diajarkan untuk bertawadhu’ dimulai dari sesuatu yang terkecil, sekarang, dan diri sendiri. Sifat tawadhu’ tidak dapat diperoleh secara spontan (langsung) tetapi harus diupayakan secara bertahap. Patuh terhadap anjuran dan larangan dari Allah SWT. Orang yang bersikap tawadhu’ senantiasa ingat bahwa semua yang ada padanya adalah milik Allah Swt. semata; (3) Dalam Ath-Thoriqoh diajarkan untuk bertasamuh. Dalam bertasamuh para jama’ah diajarkan untuk tidak membeda-bedakan dengan agama lain, suku lain, bahasa, warna kulit, dan lain-lain. Dalam hal bertoleransi dengan saling membantu antar umat muslim maupun beda agama.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Pendidikan > Pendidikan Umum
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: 2811133246 SITI NUR FARIDHA
Date Deposited: 11 Dec 2017 02:10
Last Modified: 11 Dec 2017 02:10
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/6652

Actions (login required)

View Item View Item