Illocutionary Acts and Politeness Strategies Used by the Main Characters in “Twilight Movie”

M. Abdul, Azis, (2013) Illocutionary Acts and Politeness Strategies Used by the Main Characters in “Twilight Movie”. [ Skripsi ]

[img] Text
REFFERENCES.docx

Download (18kB)
[img] Text
ABSTRAK.docx

Download (15kB)
[img] Text
BAB I.docx

Download (28kB)
[img] Text
BAB II.docx

Download (41kB)
[img] Text
CHAPTER III.docx

Download (26kB)
[img] Text
CHAPTER IV (revised).docx

Download (88kB)
[img] Text
CHAPTER V (Autosaved).docx

Download (26kB)
Official URL: http://repo.uinsatu.ac.id/

Abstract

Kata kunci: Illocutionary acts, FTA (face threatening act), Politeness strategy, Film Twilight. Penyelidikan ini ditujukan untuk menemukan Illocutionary Acts yang dilakukan oleh pemain-pemain utama dalam “Film Twilight”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan Jenis Illocutionary acts apakah yang digunakan oleh pemain-pemain utama dalam “Film Twilight”. Tujuan yang selanjutnya adalah untuk menemukan Illocutionary acts apa yang dilakukan oleh pemain-pemain utama dalam “Film Twilight” berisi FTA (tindakan yang mengancam muka) dan tujuan yang terakhir adalah strategi kesopanan apa yang dilakukan oleh pemain-pemain utama dalam “Film Twilight” untuk memperkecil ancaman yang ada dalam Illocutionary acts. Rumusan dari masalah penelitian adalah: 1) Illocutionary acts apakah yang dilakukan oleh pemain-pemain utama dalam “Film Twilight”?. 2) Illocutionary acts apakah yang dilakukan oleh pemain-pemain utama dalam “film Twilight” berisi FTA (tindakan yang mengancam muka)?. 3) Strategi-strategi kesopanan apakah yang dilakukan oleh pemain-pemain utama dalam “Film Twilight” untuk memperkecil ancaman yang ada dalam Illocutionary acts. Metode penelitian dalam penyelidikan ini adalah seperti penjelasan berikut ini; desain penelitian dalam penyelidikan ini adalah kajian pustaka yang mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah “Film Twilight” yang meneliti ucapan-ucapan yang digunakan oleh pemain-pemain utama dalam “Film Twilight”. Data-data dalam penelitian ini adalah penggalan-penggalan percakapan yang mengandung Illocutionary acts, FTA dan strategi kesopanan dari pemain-pemain utama dalam “Film Twilight” dan sumber-sumber data adalah skrip-skrip film “Twilight”. Pengumpulan data dari penelitian ini adalah dengan teknik dokumentasi yang memperoleh data dari skrip-skrip film, catatan-catatan, atau bahkan gambar-gambar dari pemain utama dalam “Film Twilight”. Yang terakhir, analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik Triangulatin yang di ikuti dengan Evidences based on corroboration untuk memperoleh data yang dapat dipercaya. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa ada lima macam jenis Illocutionary Acts: Assertive Acts (tindakan menyatakan, menginformasikan, menegaskan, and mengadu), Directive Acts (tindakan bertanya, memerintah, and memohon), Expressive Acts (tindakan mempersilahkan, penolakan, permintaan maaf, terimakasih, and memuji), Commisive Acts (tindakan menawarkan dan berjanji) and Declarative Acts (mengumumkan). Selain itu, ada beberapa FTA (tindakan yang mengancam muka) atau ancaman dalam illocutionary acts pada penggalan percakapan yang dilakukan oleh pemain-pemain utama dalam “Twilight Movie”. Diantaranaya adalah termasuk Assertive acts (menegaskan: you don’t know anything) and Directive acts (memerintah: Get out! It's over, act of asking: So, you're from Arizona, right? Aren't people supposed to be tan down there?). Setelah peneliti menganalisa dan menginterpretasikan data-data, dia menemukan enam macam strategi kesopanan yang digunakan oleh pemain-pemain utama dalam “Twilight Movie” seperti penjelasan berikut ini; Maxim Kebijaksanaan: Ladies first, Maxim kemurahatian : You can be a jerk, but it's like this...mask., Maxim kerendahatian: It's not that impressive really, anyone in my family can do this, Maxim Persetujuan: Oh. Badly Like, where I become a meal, Maxim Penerimaan: We're both juniors and Maxim Kesimpatian: Dad, I'm sorry to hear about Waylon. Semua itulah yang merupakan hasil analisis data. Oleh karena itu, memang benar-benar penting bagi pembicar dan pendengar untuk menggunakan ekspresi yang pantas dan sopan ketika sedang berbicara satu sama lain untuk membuat lebih mudah dalam menyampaikan pesan dan juga pembicara dan pendengar harus menggunakan strategi kesopanan ketika mereka sedang berbicara dengan orang lain dengan tujuan untuk menjauhi ancaman-ancaman atau FTA.

Item Type: Skripsi
Subjects: Bahasa Dan Sastra > Bahasa Inggris
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Bahasa Inggris
Depositing User: Endang Rifngati S.Sos
Date Deposited: 09 Dec 2014 08:25
Last Modified: 09 Dec 2014 08:25
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/518

Actions (login required)

View Item View Item