strategi Guru PAI dalam menerapkan budaya religius (studi multi situs di SMKN 1 Doko dan SMK PGRi Wlingi)

sholihuddin, rizal (2015) strategi Guru PAI dalam menerapkan budaya religius (studi multi situs di SMKN 1 Doko dan SMK PGRi Wlingi). [ Thesis ]

[img]
Preview
Text
TESIS RIZAL SHOLIHUDDIN.PDF

Download (43MB) | Preview
[img]
Preview
Text
EXECUTIVE SUMMARY.PDF

Download (1MB) | Preview

Abstract

Tesis dengan judul “Strategi Guru PAI dalam Menerapkan Budaya Religius (studi Multi Situs di SMKN I DOKO dan SMK PGRI WLINGI BLITAR ). Ditullis oleh Rizal Sholihuddin dengan dibimbing oleh Prof. Dr. H. Mujammil,, M. Ag. dan Dr. A. Rizqon Khamami, Lc. Ma. Kata Kunci: Strategi Guru PAI, Budaya Religius . Penelitian ini berangkat dari sebuah keprihatinan dan sekaligus harapan. Mengapa di era globalisasi ini masalah dekadensi moral semakin meningkat, sehingga para orang tua semakin khawatir terhadap negatif dari globalisasi, yaitu semakin mudahnya nilai-nilai moral yang negatif mempengaruhi anak-anak didik baik melalui media cetak maupun elektronik, dan juga media online, bahkan kita saksikan langsung dalam kehidupan nyata sekitar kehidupan kita seperti tawuran antar geng, tawuran antar sekolah, mengonsumsi miras atau narkoba, pemerkosaan, seks bebas, pencabulan, pencurian, dll. Dari beberapa contoh-contoh itu membuat kita sebagai insan pendidikan perihatin dengan masalah ini Rumusan masalah dalam tesis ini ialah: (a). Bagaimanakah Strategi guru PAI dalam mengimplementasikan Sholat Fardhu berjama’ah dan shalat Sunnah untuk mewujudkan Budaya Religius di SMKN 1 Doko dan SMK PGRI Wlingi ? (b). Bagaimanakah Strategi guru PAI dalam mengimplementasikan Dzikir untuk mewujudkan Budaya Religius di SMKN 1 Doko dan SMK PGRI Wlingi ? (c). Bagaimanakah Strategi guru PAI dalam mengimplementasikan peraturan berbusana Muslim untuk mewujudkan Budaya Religius di SMKN 1 Doko dan SMK PGRI Wlingi ?(d) Apa Faktor Penghambat Implementasi budaya religius di SMKN 1 Doko dan SMK PGRI Wlingi ? Penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang disajikan dalam bab pertama dan kedua, yang masing-masing membahas pendahuluan dan tinjauan pustaka, sedangkan dalam paparan data/temuan dan pembahasan penelitian ada dalam bab keempat. Dalam pemabahasan ini penulis menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi serta pengumpulan dokumen-dokumen dan data yang valid. Dari hasil penelitian yang diperoleh dilapangan, penulis menyimpulkan bahwa, (1) Strategi Guru PAI dalam mengimplementasikan Shalat Fardhu berjama’ah dan Shalat Sunnah untuk mewujudkan budaya religius melaui strategi a) Pembiasaan dengan di terapkannya Shalat Duhur berjama’ah dan sholat Duha berjama’ah yang di lakukan Setiap hari ketika jam Istirahat ke dua b). Melalui Pemberian Motivasi Bahwa Guru PAI di kedua SMK tersebut selalu memberikan motivasi baik secara Kognitif , afektif, psikomotorik kepada siswa siswi untuk selalu giat menjalankan Ibadah sholat dengan memberikan penilaian di setiap akhir pembelajaran c) Melalui pembinaan kedisiplinan ; bahwa kedua SMK tersebut sama sama menggunakan strategi ini dengan memberikan peringatan secara lisan dan juga ancaman kepada siswa siswi yang tidak menjalankan Ibadah Shalat (2). Strategi Guru PAI dalam mengimplementasikan dzikir untuk mewujudkan budaya religius melalui ; a) Demonstrasi ; bahwa alasan dasar Guru PAI menggunakan strategi tersebut guru PAI ingin nanti siswa dan siswi memiliki keberanian untuk tampil di Masyarakat dan menjadi generasi siap pakai b) Mauidzah (nasehat ) ; strategi ini diterapkan karena guru PAI ingin siswa dan siswi memiliki kesadaran akan pentingnya dzikir bagi kehidupan mereka. (3) Strategi Guru PAI dalam mengimplementasikan Busana Muslim untuk mewujudkan budaya religius melalui ; a) Mauidzah (nasehat) bahwa strategi ini diterapkan karena kesadaran akan berpakaian yang menutup aurat masih rendah,b)penegakkan disiplin, guru PAI memberikan sanksi bagi siswa siswi yang melanggar tidak memakai busana Islami c) pemberian motivasi ; Guru pai selalu memberikan Penilaian tambahan dan juga hadiah bagi siswa atau siswi yang tertib berbusana muslim (4) Faktor Penghambat dalam mengImplementasikan Budaya Religius a) Kesadaran siswa yang masih kurang b) Keterbatasan sarana dan Prasarana yang dimiliki c) Keteladanan Guru yang masih kurang artinya kurangnya kerjasama antar guru untuk mewujudkan budaya religius masih kurang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya religius di SMK PGRI lebih kuat ,hal ini di tunjukkan bahwa Penerapan Shalat Fardhu berjama’ah di lakukan setiap hari tidak seperti di SMKN I DOKO yang jarang di lakukan,begitu juga dalam penerapan busana Muslim , di SMK PGRI siswa di wajibkan untuk memakai baju Muslim kecuali yang beragama non Muslim tetapi di SMKN I DOKO tidak diwajibkan hanya di perbolehkan.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Rizal Sholihuddin
Date Deposited: 07 Dec 2015 03:32
Last Modified: 07 Dec 2015 03:32
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/2892

Actions (login required)

View Item View Item