PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI MTsN KARANGREJO TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2007/2008

ULFA, MARIA (2008) PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI MTsN KARANGREJO TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2007/2008. [ Skripsi ]

[img] Text
Bab 1_MU.doc

Download (51kB)
[img] Text
Bab 2_MU.doc

Download (139kB)
[img] Text
Bab 3_MU.doc

Download (64kB)
[img] Text
Bab 4_MU.doc

Download (110kB)
[img] Text
Bab 5_MU.doc

Download (42kB)
[img] Text
Daftar Pustaka MU.doc

Download (38kB)
[img] Text
PRA MUREV.doc

Download (97kB)
Official URL: http://repo.uinsatu.ac.id/

Abstract

Maria Ulfa, NIM. 3211043022, Tahun 2008, Judul: “Peranan Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di MTsN Karangrejo Tulungagung Tahun Ajaran 2007/2008”. Program Studi: Pendidikan Agama Islam. Jurusan: Tarbiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung. Pembimbing: Dra. Hj. Elvi Mu’awanah Munif, M.Pd. Latar Belakang Masalah: Bimbingan dan konseling merupakan program pemberian layanan bantuan yang diberikan kepada peserta didik (siswa), bisa dilakukan secara individual maupun kelompok. Idealnya setiap lembaga pendidikan mempunyai tenaga bimbingan dan konseling secara profesional, namun kenyataan tidak semuanya memiliki tenaga profesional, melainkan ditunjuk tenaga yang kompeten untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling. Maka setiap lembaga umumnya memiliki tenaga bimbingan dan konseling ini. Realita di lapangan, banyak siswa yang sering melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah, sehingga menuntut kerja keras petugas bimbingan dan konseling untuk mengatasi permasalahan ini. Berdasarkan pandangan singkat ini maka penelitian ini diangkat. Fokus penelitian: (1) Bagaimana peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di MTsN Karangrejo secara preventif? (2) Bagaimana peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di MTsN Karangrejo secara represif? (3) Bagaimana peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di MTsN Karangrejo secara kuratif? Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di MTsN Karangrejo secara preventif; (2) Untuk mengetahui peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di MTsN Karangrejo secara represif; (3) Untuk mengetahui peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di MTsN Karangrejo secara kuratif. Kegunaan penelitian: (1) Secara teoritis diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi khasanah ilmiah tentang pengembangan bimbingan dan konseling untuk mengatasi kenakalan siswa di sekolah; (2) Secara Praktis dapat digunakan oleh para pendidik, orang tua siswa, pemerintah atau pembaca yang budiman sebagai acuan pengembangan bimbingan dan konseling guna mengatasi kenakalan siswa di sekolah. Metode penelitian: (1) Pola penelitian kualitatif, jenis penelitian: deskriptif dan studi kasus; (2) Lokasi Penelitian: MTsN Karangrejo Tulungagung; (3) Kehadiran peneliti: sebagai pengamat penuh dan juga pengumpul data terhadap fenomena peran bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa; (4) Sumber data: person: kepala sekolah, guru BK, siswa serta semua yang terkait dengan kegiatan bimbingan dan konseling, place: MTsN Karangrejo Tulungagung, paper: dokumentasi yang berupa arsip-arsip dan dokumen lainnya; (5) Prosedur pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi; (6) Metode analisa data: induktif, komparasi; (7) Pengecekan keabsahan data: perpanjangan kehadiran, triangulasi, pemeriksaan sejawat; (8) Tahap-tahap penelitian: tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, memasuki lapangan, berperan serta sambil mengumpulkan data. Hasil-hasil Penelitian: (1) Peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa secara preventif yaitu melalui tatap muka langsung di kelas selama 2 jam pelajaran setiap minggu, kemudian memberikan pengarahan-pengarahan yang sifatnya membimbing dan juga dengan adanya tata tertib dan bobot point bagi siswa; (2) Peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa secara represif yaitu dengan memberikan hukuman yang sifatnya mendidik seperti disuruh shalat Dluha, membaca al-Qur’an, menyapu mushola, membersihkan kamar mandi dan pemanggilan orang tua siswa ke sekolah; (3) Peranan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa secara kuratif yaitu dengan melakukan pemantauan terhadap siswa yang bermasalah dan juga dengan memberikan pengarahan pada siswa yang intinya mendidik siswa untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan kedisiplinan. Saran-saran: (1) Kepada petugas bimbingan dan konseling: walaupun bimbingan dan konseling di MTsN Karangrejo Tulungagung sudah berjalan dengan baik, namun perlu ditingkatkan lagi pelayanannya agar pelayanan bimbingan dapat menyentuh pada seluruh lapisan siswa baik siswa yang bermasalah maupun siswa yang tidak bermasalah; (2) Kepada orang tua siswa: hendaknya lebih meningkatkan perhatiannya terhadap pendidikan anak. Apabila melihat gejala yang negatif pada anaknya hendaknya berkonsultasi kepada pihak sekolah atau petugas BK; (3) Kepada siswa: apabila mempunyai masalah yang serius dan sulit diselesaikan sendiri, hendaknya berhubungan dengan petugas BK untuk meminta bantuan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Menengah
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Endang Rifngati S.Sos
Date Deposited: 16 Oct 2015 02:21
Last Modified: 16 Oct 2015 02:21
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/2521

Actions (login required)

View Item View Item