PEMANFAATAN RAGI TEMPE (Rhizopus sp.) DALAM FERMENTASI BIJI KARA BENGUK (Mucuna pruriens L.) DENGAN VARIASI PEMBUNGKUSNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BOOKLET

LAILA ZAHROTUN NISA', 12208173020 (2021) PEMANFAATAN RAGI TEMPE (Rhizopus sp.) DALAM FERMENTASI BIJI KARA BENGUK (Mucuna pruriens L.) DENGAN VARIASI PEMBUNGKUSNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BOOKLET. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (809kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (360kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (66kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (281kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (414kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (606kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (635kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (138kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (283kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pemanfaatan Ragi Tempe (Rhizopus sp.) dalam Fermentasi Biji Kara Benguk (Mucuna pruriens L.) dengan Variasi Pembungkusnya sebagai Media Pembelajaran Booklet” ini ditulis oleh Laila Zahrotun Nisa’, NIM. 12208173020, pembimbing Muhammad Iqbal Filayani, M.Si. Kata Kunci: Fermentasi, Biji Kara Benguk, Variasi Pembungkus, Booklet. Kecenderungan masyarakat membuat tempe hanya berasal dari kacang kedelai mengakibatkan tingginya kebutuhan kacang kedelai di Indonesia. Tanpa diimbangi pertumbuhan produksi domestik mengakibatkan harga kacang kedelai terus mengalami kenaikan. Dalam hal ini, peneliti memanfaatkan biji kara benguk (Mucuna pruriens L.) sebagai bahan baku alternatif lain untuk membuat tempe. Pemanfaatan biji kara benguk ini didasari oleh beberapa kelebihan nutrisi yang dimiliki biji kara benguk diantaranya yaitu: kandungan karbohidrat dan serat pada biji kara benguk lebih tinggi dari pada kacang kedelai (62,3% karbohidrat dan 15,5% serat pada biji kara benguk dan 28,5% karbohidrat dan 3,7% serat pada biji kacang kedelai), harganya lebih murah dari pada kacang kedelai, dan tanaman kara benguk juga banyak diproduksi secara lokal sehingga tidak terpengaruh dengan biaya masuk impor. Guna mengetahui keberhasilan pembuatan tempe dari biji kara benguk, maka dalam pembuatan tempe biji kara benguk diberi pelakuan pada variasi pembungkusnya meliputi daun pisang, daun jati, dan plastik. Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan pengembangan booklet untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran booklet berdasarkan hasil penelitian di MTs Darussalam Kademangan Blitar. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui perbedaan sifat organoleptik (warna/kenampakan, aroma, tekstur, rasa, dan kesukaan) tempe yang telah diberi perlakuan variasi pembungkusnya melalui uji organoleptik. 2) Untuk mengetahui keberhasilan proses pembuatan media pembelajaran booklet dilihat dari uji kevalidan dan uji keterbacaan produk. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu: metode penelitian kuantitatif untuk eksperimen pembuatan tempe biji kara benguk dan metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE untuk hasil booklet. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan serta dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis Test dan uji Mann Whitney untuk melihat letak perbedaannya. Sedangkan tahap pengembangan yang dilakukan meliputi analisis, desain, pengembangan, dan uji keterbacaan produk serta evaluasi disetiap tahapannya. Hasil penelitian ini meliputi: 1) Terdapat perbedaan yang nyata pada sifat organoleptik parameter warna/kenampakan. Sedangkan sifat organoleptik tempe biji kara benguk parameter aroma, tekstur, rasa, dan kesukaan tidak terdapat perbedaan nyata. Pernyataan ini didasarkan pada nilai signifikansi (sig) 0.002 < 0.05 untuk parameter warna/kenampakan, nilai signifikansi (sig.) 0.797 > 0.05 untuk parameter aroma, nilai signifikansi (sig.) bernilai 0.516 > 0.05 untuk parameter tekstur, nilai signifikansi (sig.) bernilai 0.921 > 0.05 untuk parameter rasa, dan nilai signifikansi (sig.) bernilai 0.530 > 0.05 untuk parameter kesukaan. 2) Media pembelajaran booklet yang dikembangkan menunjukkan hasil validasi 87% (sangat valid) untuk ahli materi, 83,8% (sangat valid) untuk ahli media, 85% (sangat valid) untuk subjek uji coba peserta didik, 86% (sangat valid) untuk subjek uji coba mahasiswa, dan 84,5% (sangat valid) untuk subjek uji coba masyarakat umum. Maka dapat diambil kesimpulan dari semua hasil validasi dan uji keterbacaan produk menunjukkan hasil rata-rata 85,3%, sehingga produk booklet yang dikembangkan dinyatakan sangat valid atau sangat layak sebagai media pembelajaran.

Item Type: Skripsi
Subjects: Biologi > Agrikultur
Biologi
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Biologi
Depositing User: 12208173020 Laila Zahrotun Nisa'
Date Deposited: 02 Aug 2021 04:08
Last Modified: 02 Aug 2021 04:08
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/20258

Actions (login required)

View Item View Item