DEFRAGMENTASI STRUKTUR BERPIKIR SISWA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERSTANDAR PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP DI KELAS X SMKN 1 BANDUNG TULUNGAGUNG

ERFINA JAMIL, 12204173004 (2021) DEFRAGMENTASI STRUKTUR BERPIKIR SISWA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERSTANDAR PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP DI KELAS X SMKN 1 BANDUNG TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (376kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (401kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf

Download (535kB)
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (261kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB V.pdf

Download (265kB)
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (125kB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul “Defragmentasi Struktur Berpikir Siswa Berdasarkan Gaya Kognitif dalam Memecahkan Masalah Matematika Berstandar PISA Konten Change and Relationship di Kelas X SMKN 1 Bandung Tulungagung” ini ditulis oleh Erfina Jamil, NIM. 12204173004, pembimbing Dr. Maryono, M.Pd. Kata Kunci: Defragmentasi Struktur Berpikir, Gaya Kognitif, Pemecahan Masalah, Matematika Berstandar PISA, Konten Change and Relationship. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan matematika siswa berdasarkan hasil PISA tahun 2018, serta adanya siswa yang sering melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah matematika. Siswa belum mampu memahami suatu konsep secara utuh maupun menerapkannya dalam memecahkan masalah matematika. Hal tersebut menunjukkan bahwa struktur berpikir siswa mengalami fragmentasi, yaitu tidak efisiennya pengonstruksian informasi dalam otak yang dapat menghambat proses pemecahan masalah. Untuk itu, perlu dilakukan defragmentasi struktur berpikir, yakni menata kembali struktur berpikir siswa agar dapat saling berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan defragmentasi struktur berpikir siswa field dependent dalam memecahkan masalah matematika berstandar PISA konten change and relationship di kelas X SMKN 1 Bandung Tulungagung dan (2) untuk mendeskripsikan defragmentasi struktur berpikir siswa field independent dalam memecahkan masalah matematika berstandar PISA konten change and relationship di kelas X SMKN 1 Bandung Tulungagung. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian adalah SMKN 1 Bandung Tulungagung. Peneliti mengambil subjek penelitian berdasarkan perbedaan gaya kognitif, yakni 2 siswa field dependent dan 2 siswa field independent. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes psikiatrik berupa GEFT, tes pemecahan masalah, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, triangulasi, dan pengecekan teman sejawat. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Siswa field dependent (FD) mengalami fragmentasi struktur berpikir berupa lubang konstruksi, pseudo construction, dan lubang koneksi. Defragmentasi struktur berpikir dilakukan melalui intervensi disequilibrasi, conflict cognitive, dan scaffolding pada tahap memahami masalah, disequilibrasi dan scaffolding pada tahap merencanakan strategi penyelesaian, disequilibrasi, conflict cognitive, dan scaffolding pada tahap melaksanakan strategi penyelesaian, serta disequilibrasi, conflict cognitive, dan scaffolding pada tahap memeriksa kembali. (2) Siswa field independent (FI) mengalami fragmentasi berupa lubang konstruksi, pseudo construction, mis-analogical construction, dan mis-logical construction. Defragmentasi dilakukan melalui intervensi disequilibrasi dan scaffolding pada tahap memahami masalah, disequilibrasi dan scaffolding pada tahap merencanakan strategi penyelesaian, disequilibrasi, conflict cognitive, dan scaffolding pada tahap melaksanakan strategi, serta disequilibrasi dan scaffolding pada tahap memeriksa kembali. Defragmentasi struktur berpikir yang diberikan kepada setiap siswa berbeda, disesuaikan dengan kesalahan yang terjadi. Namun secara umum defragmentasi struktur berpikir yang diberikan pada siswa FD lebih banyak daripada siswa FI, karena siswa FI lebih mandiri dan analitis dalam menyelesaikan suatu masalah.

Item Type: Skripsi
Subjects: Bimbingan dan Konseling Islam > Belajar
Matematika
Pendidikan > Pendidikan Menengah Atas
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: ERFINA JAMIL
Date Deposited: 10 Aug 2021 02:20
Last Modified: 10 Aug 2021 02:20
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/20256

Actions (login required)

View Item View Item