ANALISIS KEDUDUKAN JAMINAN DALAM MEMBERIKAN KESADARAN ANGGOTA GUNA MEMINIMALISIR KELANCARAN PEMBAYARAN ANGSURAN PEMBIAYAAN DI BMT PAHLAWAN TULUNGAGUNG DAN BMT MUAMALAH TULUNGAGUNG

SINDHI RETNOPALUPI, 12401173005 (2021) ANALISIS KEDUDUKAN JAMINAN DALAM MEMBERIKAN KESADARAN ANGGOTA GUNA MEMINIMALISIR KELANCARAN PEMBAYARAN ANGSURAN PEMBIAYAAN DI BMT PAHLAWAN TULUNGAGUNG DAN BMT MUAMALAH TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (924kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (162kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (127kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (264kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (333kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (239kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (370kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (243kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (159kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (177kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Analisis Kedudukan Jaminan Dalam Memberikan Kesadaran Anggota Guna Meminimalisir Kelancaran Pembayaran Angsuran Pembiayaan Di BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Muamalah Tulungagung” ini ditulis oleh Sindhi Retnopalupi, NIM 12401173005, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Dosen Pembimbing Binti Nur Asiyah, M. Si. Dari Kedua BMT tersebut dengan adanya jaminan belum sepenuhnya memberikan rasa sadar atas pembiayaan atau tanggungan yang harus dibayar: (1) Bagaimana jaminan yang dipersyaratkan BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Muamalah Tulungagung dalam memberikan Pembiayaan? (2) Bagaimana kedudukan jaminan dalam memberikan kesadaran anggota guna meminimalisir kelancaran pembayaran angsuran pembiayaan di BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Muamalah Tulungagung?. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Proses pengambilan data menggunakan observasi, wawancara. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis model deduktif berangkat dari permasalah yang umum untuk diambil suatu kesimpulan pada permasalahan yang khusus. Sedangkan untuk menguji keabsahan data peneliti ini menggunakan triangulasi dengan sumber. Hasil Penelitian adalah: (1) pengajuan permohonan pembiayaan pihak anggota sebelumnya menyiapkan persyaratan-persyaratan. untuk BMT Pahlawan Tulungagung persyaratan yang diberikan kepada calon anggota pembiayaan yaitu adalah foto kopi KTP, foto kopi kartu keluarga, foto kopi buku nikah dan jaminan. jaminan dapat berupa BPKP mobil, BPKP motor dan sertifikat. Jaminan yang dijaminkan oleh anggota harus dapat diperjualbelikan, nilai jaminan stabil. Dan penaksiran jaminan adalah 50% disesuaikan dengan plafond. Sedangkan BMT Muamalah Tulungagung calon anggota pembiayaan yang akan mengajukan permohonan pembiayaan akan diberikan syarat-syarat sebelum disetujui atau menerima pembiayaan yaitu foto kopi KTP suami istri, foto kopi kartu keluarga, foto kopi buku nikah, serta jaminan. jaminan di BMT Muamalah berupa BPKP Mobil, BPKP motor dan sertifikat tanah dan lainnya. Selain itu jaminan juga dapat berupa jaminan perorangan, yraitu untuk menjamin atau memenuhi kewajiban-kewajiban atas pinjaman yang telah diberikan oleh BMT. Penaksiran jaminan di BMT Muamalah 50%-60% dari harga jual waktu pengikatan dan untuk sertifikat tanah atau bangunan sekitar 70% dari harga jual. (2) Kedudukan jaminan di BMT Pahlawan Tulungagung jaminan memiliki poin keempat dalam 5C karena jaminan memberikan rasa sadar akan tanggungan yang harus dibayar, untuk menilai layak tidaknya dalam pengajuan pembiayaan apakah jaminan sudah memenuhi kriteria serta digunakan untuk memberikan jumlah pembiayaan dan jaminan sebagai pengaman jika sewaktu waktu anggota mengalami wanprestasi atau tidak memenuhi kewajibannya. Oleh karena itu jaminan digunakan untuk meminimalisir agar pembayaran pembiayaan angsuran pembiayaaan lancar disetiap bulannya. Sedangkan BMT Muamalah Tulungagung jaminan memiliki kedudukan sebagai pengikat dan pengaman dalam suatu pembiayaan. karena digunakan untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh pihak lembaga salah satunya adalah gagal bayar atau tidak memunihi kewajibannya dalam membayar angsuran disetiap bulannya. Anggota pembiayaan masih memiliki nilai itikad yang baik dalam mengasur dan tetap memprioritaskan angsuran disetiap bulannya. Kata Kunci: Kedudukan Jaminan, kesadaran Anggota, Kelancaran Pembayaran Angsuran

Item Type: Skripsi
Subjects: Ekonomi > Pembiayaan
Ekonomi > Perbankan Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah
Depositing User: S1 12401173005 Sindhi Retnopalupi
Date Deposited: 09 Jun 2021 04:30
Last Modified: 09 Jun 2021 04:30
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/19628

Actions (login required)

View Item View Item