PANDANGAN ULAMA DESA NGADIREJO TERHADAP TRADISI LABUH RITUAL PRA PANEN (Studi Kasus Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek)

ISTATI’ RUSDIANA BHAYANGKARI, 17102163094 (2020) PANDANGAN ULAMA DESA NGADIREJO TERHADAP TRADISI LABUH RITUAL PRA PANEN (Studi Kasus Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (419kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (95kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (356kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (582kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (304kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (426kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (386kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (157kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (229kB)

Abstract

ABSTRAK Istati‟ Rusdiana Bhayangkari, 17102163094, Pandangan Ulama Desa Ngadirejo Terhadap Tradisi Labuh Ritual Pra Panen(Studi Kasus Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek) Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, IAIN Tulungagung, 2020, Pembimbing: Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.H.I. Kata Kunci: Pandangan Ulama, Tradisi Labuh, Ritual Pra Panen Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan tradisi Labuh atau lebih dikenal dengan ritual pra panen di Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Tradisi Labuhmerupakan tradisi yang dipercaya membawa keberuntungan bagi para petani menjelang panen. Masyarakat Desa Ngadirejo mengkaitkan tradisi ini dengan Dewi Sri. Dewi Sri adalah dewi yang dipercayai sebagai penguasa dalam ranah dunia bawah tanah. Perannya mencakup dalam aspek dapat mengendalikan bahan makanan di bumi terutama padi. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan tradisi Labuh yang dilakukan masyarakat Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek? 2) Bagaimana pandangan Ulama Desa Ngadirejo mengenai tradisi Labuh di Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendiskripsikan pelaksanaan tradisi Labuh yang dilakukan masyarakat Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. 2) Untuk menganalisis pandangan Ulama Desa Ngadirejo mengenai tradisi Labuh di Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa wawancara mendalam dengan beberapa informan, dokumentasi dari dokumen yang berkaitan serta observasi lapangan. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Proses Labuh dilakukan dengan cara membawa sesajiandanmembaca do‟aberupa tahlil bersama tokoh adat di sawah yang siap dipanen dan meletakkan sesajian di sawahyang siap panen sambil membaca do‟a. Dilanjutkan memotong seikat padi yang siap panen dengan diikuti warga yang membagikan sebagian hasil panennya kepada warga guna mengucap rasa syukur atas hasil panenannya. 2) Dalam tradisi Labuh terdapat perbedaan pendapat antara Ulama Nahdlatul „Ulama dan Ulama Muhammadiyah Desa Ngadirejo. Ulama Nahdlatul „Ulama tidak mempermasalahkan tradisi Labuhterkait syariat agama Islam. Tradisi ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT yangtelah melimpahkan rezeki kepada para petani. Sedangkan pendapat Ulama Muhammadiyah, tradisi ini dianggap punah seiring berkembangnya waktu. Di samping itu, Ulama Muhammadiyah berfikir bahwa beribadah hanya untuk Allah semata, dan tanpa adanya perantara apapun termasuk dengan adanya tradisi maupun selametan.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 17102163094 ISTATI’ RUSDIANA BHAYANGKARI
Date Deposited: 22 Dec 2020 06:57
Last Modified: 22 Dec 2020 06:57
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/17434

Actions (login required)

View Item View Item