KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SATUAN PENDIDIKAN MU’ADALAH (STUDI MULTISITUS DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADI- IEN LIRBOYO DAN PONDOK PESANTREN AL FALAH PLOSO MOJO KEDIRI

NISWATUL HUSNA, 12506184041 (2020) KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SATUAN PENDIDIKAN MU’ADALAH (STUDI MULTISITUS DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADI- IEN LIRBOYO DAN PONDOK PESANTREN AL FALAH PLOSO MOJO KEDIRI. [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (4MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (3MB)
[img] Text
daftar isi.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 6.pdf

Download (3MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Husna, Niswatul. 2020. Kompetensi Profesional Guru Pada Satuan Pendidikan Mu’adalah (Studi Multisitus Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi- Ien Lirboyo Dan Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri). Tesis, Program Magister Pendidikan agama islam Pascasarjana IAIN Tulungagung, Pembimbing: (1) Dr. Agus Purwowidodo, M.Pd (2) Prof. Dr. H. Maftukhin, M.ag. Kata Kunci: Kompetensi Profesional, Guru, Satuan Pendidikan Mu’adalah. Penelitian dalam tesis ini dilatar belakangi oleh diterbitkannya Peraturan Mentri Agama No.18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan Mu’adalah pada pondok pesantren sebagai pengakuan pemerintah terhadap pendidikan pondok pesantren, dan kedudukan guru di pesantren sangatlah urgen, karena berjalan dan tidaknya proses pembelajaran tergantung pada guru. Kompetensi Profesional Guru pada Satuan Pendidikan Mu’adalah merupakan penguasaan materi yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran seorang pengajar yang di selenggarakan di lingkungan pondok pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai kekhasan pesantren dengan basis kitab kuning atau dirosah islamiyah dengan pola pendidikan secara berjenjang dan terstruktur dan disetarakan dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah di lingkungan kementrian agama yang disetarakan dengan SMP/SMA yang wajib sekolah 6 tahun walaupun pondok tersebut tidak mengikuti kurikulum kemdiknas (SD, SMP,SMA) atau kurikulum (MI, MTS, MA). Penelitian ini difokuskan bagaimana karakteristik kompetensi profesional guru pada satuan pendidikan mu’adalah, upaya guru dalam meningkatkan kompetensi profesioanal guru pada satuan pendidikan mu’adalah, dan kendala guru dalam meningkatkan kompetensi professional guru pada satuan pendidikan mu’adalah. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan karakteristik kompetensi profesional guru pada satuan pendidikan mu’adalah, upaya guru dalam meningkatkan kompetensi profesioanal guru pada satuan pendidikan mu’adalah, dan kendala guru dalam meningkatkan kompetensi professional guru pada satuan pendidikan mu’adalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dirancang dengan studi multisitus. Lokasi Penelitian: Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo dan Pondok Pesantren al Falah Ploso Mojo Kediri. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Untuk memperoleh keabsahan data digunakan trianggulasi sumber, trianggulasi teknik, dan trianggulasi waktu. Teknik penelitian rancangan studi multisitus adalah: mengumpulkan data dari situs pertama, mengumpulkan data dari situs kedua, melakukan studi lintas situs berdasarkan temuan yang berupa propos-proposisi dari kedua lokasi tersebut, dan dilanjutkan dengan analisis data lintas situs. Hasil Penelitian: (1) Karakteristik Kompetensi professional Guru Pada satuan Pendidikan mu’adalah: Kualifikasi ijasah guru tidak harus s1, harus alumni, jenjang pendidikan guru harus tamat Ma’had ‘Aly, Metode bervariasi dalam pembelajaran, metode ceramah, Tanya jawab dan demonstrasi, rekrutmen guru benar-benar selektif, dengan sistim tertutup, melalui proses yang panjang agar orisinalitas dari sistem pembelajaran senantiasa dapat dipertahankan.Masa jabatan guru bukan menjadi ukuran professional guru, Profesional guru mu’adalah diukur dari keilmuan dan kemampuan yang mumpuni, Kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya bukan peraturan wajib yang harus dilaksanakan karena semua guru adalah alumni terbaik dan sudah pernah mempelajari semua kurikulum, Gaji guru diambilkan dari SPP santri. (2) Upaya Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Satuan Pendidikan Mu’adalah yaitu: guru diwajibkan belajar bersama dibimbing dewan mufattisy dan dianjurkan untuk mengulang kembali sebelum masuk kelas, Diadakan pertemuan rutin setiap awal bulan yaitu rapat terbatas antara pengawas dengan dewan masyayikh untuk evaluasi, Program pembelajaran disusun diawal tahun dilaksanakan secara tertib dibawah bimbingan dewan mufattisy, seluruh program pembelajaran semuanya dinilai dan dimasukkan dalam raport. Seperti Akhlak, Hafalan harian, hafalan tahunan, ujian tulis dan lain-lain. Dan ada beberapa jenis evaluasi pembelajaran, yaitu evaluasi harian, evaluasi mingguan (Tamrin), Evaluasi bulanan, evaluasi semester. (3) Kendala Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Satuan Pendidikan Mu’adalah adalah: dalam penguasaan materi adalah, ketika guru mempelajari dari kitab muqorror yaitu kitab pegangan guru yang bersifat ulasan-ulasan ringkas dari sini dapat memunculkan beragam pemahaman yang berbeda antar guru. Sehubungan dengan kendala pengembangan keprofesionalan guru secara berkelanjutan dan pencapaian target program pembelajaran tidak ditemukan kendala, kendala untuk pemanfaatan teknologi adalah, belum semua guru mampu mengakses dan mengaplikasikan manfaatnya karena factor usia sepuh, dan keterbatasan informasi (masih gaptek), dan lain-lain.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: 12506184041 Niswatu Husna
Date Deposited: 23 Sep 2020 04:08
Last Modified: 23 Sep 2020 04:08
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/16707

Actions (login required)

View Item View Item