ANALISIS BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MI AL HIDAYAH 0I KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2019/2020

DIAN SISKA PEBRIANASARI, 17205163196 (2020) ANALISIS BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MI AL HIDAYAH 0I KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2019/2020. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (756kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (439kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (269kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (534kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (773kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (334kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (715kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (221kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (194kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (398kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Analisis Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika MI Al Hidayah 01 Kalidawir Tulungagung Tahun Ajaran 2019/2020” ini ditulis oleh Dian Siska Pebrianasari NIM 17205163196, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Jurusan Tarbiyah, IAIN Tulungagung, Pembimbing: Musrikah, M.Pd. Kata Kunci : Berpikir kreatif, penyelesaian masalah, matematika. Latar belakang penelitian dalam skripsi ini adalah kurangnya kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar. Kurangnya kreativitas ini mengakibatkan siswa tidak bisa optimal dalam menemukan ide untuk memecahkan masalah pada soal. Namun peneliti menemukan sebagian siswa berkemampuan matematika tinggi dapat menyelesaikan soal lebih baik dari siswa yang berkemampuan sedang dan rendah. Fokus penelitian yang dikaji dalam skripsi ini adalah : (1) Bagaimana berpikir kreatif siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika MI Al Hidayah Betak 01 Kalidawir Tulungagung? (2) Bagaimana berpikir kreatif siswa berkemampuan sedang dalam menyelesaikan masalah matematika MI Al Hidayah Betak 01 Kalidawir Tulungagung? (3) Bagaimana berpikir kreatif siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika MI Al Hidayah Betak 01 Kalidawir Tulungagung? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun tehnik yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara untuk menggali data. Observasi dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana kondisi pembelajaran, terutama di kelas yang akan menjadi tempat penelitian sebagai cara menentukan subyek penelitian. Tes dan wawancara dilakukan untuk mengetahui lebih dalam proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar yang diberikan. Dalam penelitian ini, dipilih 6 siswa sebagai subjek penelitian, 2 siswa mewakili berkemampuan tinggi, 2 siswa mewakili berkemampuan sedang, dan 2 siswa mewaakili berkemampuan rendah. Adapun pemilihan subyek penelitian ini didasarkan pada hasil observasi dan juga pertimbangan guru matematika yang mengajar siswa-siswa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses Berpikir Siwa Berkemampuan Tinggi pada indikator kefasihan hampir semua dapat dikuasai, mulai dari memahami soal, menyebutkan apa yang ditanyakan, serta apa yang diketahui dalam soal semua sudah dilakukan dengan baik sampai pada penyelesaian. Pada indikator fleksibilitas siswa berkemampuan tinggi sudah mampu mengambil banyak ide untuk menyelsaikan permasalahan yang ada. Pada indikator kebaruan siswa berkemampuan tinggi lebih menguasai materi bangun datar daripada siswa berkemampuan rendah dan siswa berkemampuan tinggi juga mempunyai keinginan yang lebih besar untuk mencari alternativ cara lain dalam mencari jawaban dari soal yang disediakan. (2) Proses Berpikir Siswa Berkemampuan Sedang pada indikator kefasihan hampir semua dapat dikuasai, mulai dari memahami soal, menyebutkan apa yang ditanyakan, serta apa yang diketahui dalam soal semua sudah dilakukan dengan baik sampai pada penyelesaian. Pada indikator fleksibilitas siswa berkemampuan sedang sudahmampu mengambil banyak ide untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pada indikator kebaruan siswa berkemampuan rendah kurang mampu menemukan hal baru setelah soal diselesaikan. (3) Proses Berpikir Siswa Berkemampuan Rendah pada indikator kefasihan hampir semua dapat dikuasai, mulai dari memahami soal, menyebutkan apa yang ditanyakan, serta apa yang diketahui dalam soal semua sudah dilakukan dengan baik sampai pada penyelesaian. Pada indikator fleksibilitas siswa berkemampuan rendah sudah mampu mengambil banyak ide untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pada indiator kebaruan siswa berkemampuan rendah tidak mampu menemukan hal baru setelah soal diselesaikan.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Guru MI
Depositing User: DIAN SISKA PEBRIANASARI 17205163196
Date Deposited: 04 Sep 2020 06:24
Last Modified: 04 Sep 2020 06:24
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/16173

Actions (login required)

View Item View Item