STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK ADVERSITY QUOTIENT SISWA (Studi Multisitus di MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku Trenggalek)

12506174065, TIARA CAHYA MEGAWATI (2020) STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK ADVERSITY QUOTIENT SISWA (Studi Multisitus di MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku Trenggalek). [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (797kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (192kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (650kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (531kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (366kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (664kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (317kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (234kB)

Abstract

ABSTRAK Tesis dengan judul ”Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Adversity Quotient Siswa (Studi Multisitus di MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku Trenggalek)” ini ditulis oleh Tiara Cahya Megawati yang dibimbing oleh Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag dan Dr. Khoirul Anam, M.Pd.I Kata Kunci : Strategi guru PAI, adversity quotient Salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang adalah adversity quotient (AQ). AQ bisa diartikan sebagai kecerdasan tahan banting atau kecerdasan seseorang dalam menyelesaikan masalah dan mampu bertahan hidup. Namun kecerdasan ini masih minim dimiliki oleh seseorang khususnya di kalangan pelajar. Ini dapat dilihat dari berbagai kasus bunuh diri pada diri pelajar hanya karena masalah sepele seperti depresi mendapatkan nilai buruk di sekolah. Hal ini menjadi tugas besar bagi guru khususnya guru pendidikan agama islam dalam mendidik siswa agar tidak terjadi hal serupa. Dari sinilah diperlukan strategi guru pendidikan agama islam dalam membentuk adversity quotient siswa. Adapun sekolah yang guru PAI menerapkan strategi dalam membentuk adversity quotient siswa adalah MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku. Kedua lembaga tersebut sama-sama berada di bawah naungan pondok pesantren yang siswanya juga diwajibkan mukim di pondok. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan cara guru Pendidikan Agama Islam mengidentifikasi kepribadian peserta didik dalam membentuk adversity quotient siswa di MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku Trenggalek. (2) Menjelaskan pendekatan guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk adversity quotient siswa di MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku Trenggalek (2) Menjelaskan metode dan tekhnik guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk adversity quotient siswa di di MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku Trenggalek (4) Menjelaskan evaluasi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk adversity quotient siswa di MA Terpadu Al Anwar dan MA Plus Raden Paku Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah multisitus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa: (1) Kepribadian peserta didik dapat diketahui melalui identifikasi dan pengamatan keseharian mereka dari segi sikap atau perilaku maupun tutur kata mereka baik dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran.Kepribadian atau karakter peserta didik juga dapat diketahui melalui respon mereka terhadap proses pembelajaran dan tugas yang diberikan guru. (2) Pendekatan guru pendidikan agama islam dalam membentuk adversity quotient siswa antara lain dengan menerapkan pendekatan individual, kelompok, pembiasaan, keteladaan, pengalaman dan emosional. Pendekatan individual bertujuan untuk melatih keberanian, ketekunan, kerja keras dan kemampuan pribadi siswa dalam memahami materi. Pendekatan kelompok digunakan untuk membentuk siswa menjadi manusia sosial yang mampu memecahkan masalah secara bersama-sama. Pendekatan pembiasaan untuk melatih siswa menjadi pribadi yang senantiasa selalu belajar. Pendekatan keteladanan diterapkan karena guru merupakan sosok panutan bagi seorang siswa. Pendekatan pengalaman diterapkan dengan cara menghadirkan sebuah pengalaman bagi siswa yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka. Pendekatan emosional diterapkan dengan cara selalu memberikan motivasi kepada siswa. (2) Metode guru pendidikan agama islam dalam membentuk adversity quotient siswa antara lain dengan menerapkan metode hafalan, muroja’ah, diskusi, presentasi, demonstrasi, cerita, dikte dan tugas. Sedangkan teknik guru pendidikan agama islam dalam membentuk adversity quotient siswa antara lain dengan menerapkan everyone is teacher, snowball throwing dan teknik undian. (4) Evaluasi guru pendidikan agama islam dalam membentuk adversity quotient siswa antara lain dengan menerapkan teknik penugasan, tes tulis, tes lisan, jurnal, dan penilaian antar teman.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama
Pendidikan > Pendidikan Menengah
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: TIARA CAHYA MEGAWATI 12506174065
Date Deposited: 19 Aug 2020 07:39
Last Modified: 19 Aug 2020 07:39
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/16116

Actions (login required)

View Item View Item