TRADISI PEMBACAAN LIMA SURAH FADILAH PADA HARI JUMAT DI YAYASAN PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL-ASROR RINGINPITU TULUNGAGUNG

17301163017, NI’MATUL ALAWIYAH (2020) TRADISI PEMBACAAN LIMA SURAH FADILAH PADA HARI JUMAT DI YAYASAN PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL-ASROR RINGINPITU TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (677kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (457kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (382kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (631kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (955kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (644kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (554kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (292kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (411kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Tradisi Pembacaan Lima Surah Fadilah Pada Hari Jumat di Yayasan Pondok Pesantren al-Quran Al-Asror Ringinpitu Tulungagung” ini ditulis oleh Ni’matul Alawiyah, NIM 17301163017, dengan Dosen Pembimbing Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA. Kata Kunci: Lima Surah Fadilah, Yayasan Pondok Pesantren Al-Quran Al-Asror, Teori Makna. Penelitian skripsi ini membahas mengenai tradisi atau suatu amalan pembacaan lima surah fadilah yang dilakukan pada hari jumat pagi setelah sholat subuh di Yayasan Pondok Pesantren al-Quran Al-Asror yang terletak di desa Ringinpitu kecamatan Kedungwaru kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Rutinitas pembacaan dimulai dari surah Yasin, setelah itu Ar Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Mulk, dan Al-Kahfi. Surah tersebut merupakan surah yang dianggap sebagai surah fadilah, yang memiliki keutamaan. Fokus pembahasan dari penilitian skripsi ini terkait dengan bagaimana rutinitas pembacaan lima surah fadilah dalam tradisi di Yayasan Pondok Pesantren al-Quran Al-Asror dan apa makna praktik-praktik pembacaan lima surah fadilah dalam tradisi tersebut bagi para pelaku baik makna bagi santri, bagi pengurus, maupun pengasuh. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Pertama, Bagaimana sejarah penerapan tradisi pembacaan lima surat fadilah pada hari jumat di Yayasan Pondok Pesantren Al-Quran Al-Asror Ringinpitu Tulungagung?. Kedua, Bagaimana pengamalan tradisi pembacaan lima surah fadilah pada hari jumat di Yayasan Pondok Pesantren Al-Quran Al-Asror?. Ketiga, Bagaimana pemaknaan tradisi pembacaan lima surat fadilah pada hari jumat menurut prespektif santri, pengurus dan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Quran Al-Asror Ringinpitu Tulungagung?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian tradisi pembacaan lima surah fadilah di Yayasan Pondok Pesantren Al-Asror menggunakan tiga makna yaitu makna objektif, makna ekspresif dan makna dokumenter dalam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Hasil penelitian dalam penulisan ini yaitu; Pertama, Sejarah tradisi pembacaan lima surah fadilah di Yayasan Pondok Pesantren Al-Quran Al-Asror sudah berlangsung cukup lama, yaitu sejak pertama kalinya pondok berdiri, dalam perkembangannya tradisi ini mengalami pasang surut dalam pelaksanaan yang difaktori salah satunya oleh santri, dimana pondok pernah mengalami kekosongan santri. Namun, meskipun begitu pembacaan lima surah fadilah ini tetap dibaca meskipun hanya satu santri. Kedua, Praktik tradisi pembacaan lima surah fadilah berlangsung dengan urutan sebagai berikut: dibaca bersama-sama oleh santri dan pengasuh setiap jumat setelah sholat subuh dimushola dan diawali dengan bertawasul setelah selesai tawasul pembacaan dimulai dari surah Yasiin, kemudian Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Mulk, dan terakhir adalah surah yang paling panjang yaitu al-Kahfi, setelah itu dilakukan tahlilan. Ketiga, Tradisi pembacaan lima surah fadilah apabila dimaknai dengan teori sosiologi Karl Mainnhaim menjadikan tiga poin yang penting yaitu, makna objektif , ekspresif dan dokumenter. Makna objektif, makna tradisi di Yayasan Pondok Pesantren Al-Quran Al-Asror yang merupakan sebuah kewajiban atau hanya rutinitas yang dibuat oleh pengurus. Dalampelaksanaanya tradisi pembacaan lima surah fadilah adalah rutinitas yang lama kelamaan menjadi kewajiban dengan tersendirinya. Reaksi berbeda dirasakan oleh para pelaku amalan, ada yang merasa rejekinya semakin lancar, hati akan tenang dan lain sebagainya. Menurut pengasuh sendiri tradisi ini merupakan dzikir, dimana dzikir tertinggi merupakan al-Quran. Makna ekspresif, yaitu makna yang diresapi oleh pelaku pembacaan yang berkaitan dengan tindakan atau perilaku. Penulis membagi makna ekspresif menjadi dua, yaitu; makna secara lahiriyah dan batiniyah. (1) Makna secara lahiriyah, penulis meneliti dua tipe santri yang jarang mengikuti pembacaan lima surah fadilah dan yang selalu memengikuti tradisi. Mereka memiliki reaksi masing-masing antara yang sering membaca dan tidak, reaksi ini berkaitan dengan ekspresi individu disetiap pengamalnnya. (2) Makna secara batiniyah, santri yang mengamalkan pembacaan surah fadilah secara rutin pasti mendapatkan timbal balik yang secara batiniyah merasakan manfaatnya, seperti merasa hatinya sangat tenang, menjadi obat hati, tidak galau lagi dan lain sebagainya. Setiap individu tentu merasakan manfaat yang berbeda-beda. Menurut pengasuh makna ekspresif disini merupakan tawasul antara orang yang masih hidup mkepada orang yang sudah meninggal. Makna dokumenter, yaitu makna yang tersirat atau tersembunyi, sehingga pelaku tindakan tidak menyadari sepenuhnya bahwa suatu tindakan yang dibaca rutin tersebut merupakan suatu tradisi keseluruhan. Dari yang penulis amati dalam makna dokumenter, ada makna sosial yang terungkap. makna dokumenter sosial ini dilihat dari reaksi santri saat prosesi pengamalan pembacaannya berlangsung. Santri saling membantu dalam menyiapkan perlengkapan sound sistem yang akan dipakai pengasuh saat prosesi pembacaan, santri saling membangunkan saat ada yang tertidur saat prosesi pembacaan, dan santri saling mengingatkan saat prosesi akan berlangsung. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang tidak disadari dan sudah mentradisi.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: NI’MATUL ALAWIYAH 17301163017
Date Deposited: 18 Aug 2020 01:53
Last Modified: 18 Aug 2020 01:53
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/16059

Actions (login required)

View Item View Item