IDENTIFIKASI BERPIKIR MATEMATIS RIGOR (RMT) DALAM MEMECAHKAN MASALAH PYTHAGORAS DITINJAU DARI PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTSN 9 BLITAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020

17204163234, SINTA ADILLA NAJMU HUSNIA (2020) IDENTIFIKASI BERPIKIR MATEMATIS RIGOR (RMT) DALAM MEMECAHKAN MASALAH PYTHAGORAS DITINJAU DARI PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTSN 9 BLITAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (891kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (544kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (274kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (344kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (597kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (345kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (227kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (199kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (321kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Identifikasi Kemampuan Berpikir Matematis Rigor (RMT) Dalam Memecahkan Masalah Pythagoras Ditinjau dari Pemahaman Matematika Siswa Kelas VIII MTsN 9 Blitar Tahun Pelajaran 2019/2020” ini ditulis oleh Sinta Adilla Najmu Husnia, NIM. 17204163234, Pembimbing Nur Cholis, S.Pd.I., M.Pd. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir, RMT, Memecahkan Masalah, Pemahaman Matematika Kemampuan matematika siswa dalam menyelesaikan masalah merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk diketahui oleh pendidik terutama pada pembelajaran Pythagoras yang masih dianggap sulit oleh siswa. Sebagian siswa kesulitan dalam memecahkan masalah dalam bentuk verbal atau soal cerita. Kesulitan yang dialami siswa mengaplikasikan Teorema Pythagoras dalam soal cerita membuat siswa beranggapan bahwa matematika merupakan ilmu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Siswa membutuhkan kemampuan pemahaman verbal dan kegiatan berpikir matematis rigor pada ketelitian dan kelogisan jawaban dalam mengubah soal verbal menjadi model matematika. Kemampuan Berpikir Matematis Rigor merupakan kemampuan dalam memanfaatkan operasi mental seperti mengaktifkan kembali pengetahuan matematika sebelumnya, mampu melakukan representasi serta dapat melakukan pemeriksaan kritis dan logis. Kemampuan Berpikir Matematis Rigor memiliki tiga level fungsi kogitif yakni level berpikir kualitatif, berpikir kuantitatif, dan leevel berpikir relasional abstrak. Setiap siswa memiliki kemampuan berpikir dan tingkat pemahaman yang mempengaruhi kemampuan berpikir matematis rigornya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir matematis rigor (RMT) siswa dengan pemahaman matematika tinggi dalam pemecahan masalah pada materi Pythagoras, 2) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir matematis rigor (RMT) siswa dengan pemahaman matematika sedang dalam pemecahan masalah pada materi Pythagoras, 3) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir matematis rigor (RMT) siswa dengan pemahaman matematika rendah dalam pemecahan masalah pada materi Pythagoras. Penelitian ini meupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah MTsN 9 Blitar. Subjek yang digunakan yaitu 6 siswa kelas VIII MTsN 9 Blitar yang diambil secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis, wawancara dan observasi, selanjutnya dianalisis berdasarkan indikator tiga level kognitif dan indikator pemecahan masalah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, triangulasi, dan pengecekan teman sejawat. Hasil penelitian didapatkan seperti berikut: 1) Kemampuan berpikir matematis rigor siswa dengan tingkat pemahaman tinggi berada pada level 3 (berpikir relasional abstrak) karena telah menggunakan semua fungsi kognitif yang termasuk pada level 1 (berpikir kualitatif), level 2 (berpikir kuantitatif), dan level 3 (berpikir relasional abstrak). Siswa dengan tingkat pemahaman tinggi juga sudah memenuhi semua tahapan-tahapan pemecahan masalah. Sehingga siswa memiliki kemampuan yang baik dalam memecahkan masalah. 2) Kemampuan berpikir matemtais rigor siswa dengan tingkat pemahaman sedang berada pada level 2 (berpikir kuantitatif) karena telah menggunakan semua fungsi pada level 1 (berpikir kualitatif), akan tetapi pada level 2 dan level 3 masih ada beberapa fungsi yang belum tampak. Siswa dengan tingkat pemahaman sedang sudah memenuhi beberapa tahapan-tahapan pemecahan masalah, sehingga siswa memiliki kemampuan cukup baik dalam memecahkan masalah. 3) Kemampuan berpikir matematis rigor siswa dengan pemahaman rendah berada pada level 1 (berpikir kualitatif) karena hanya menggunakan fungsi pada level 1 (berpikir kualitatif), sedangkan untuk level 2 dan level 3 hanya digunakan satu indikator fungsi kognitif di setiap level 2 dan level 3. Siswa dengan tingkat pemahaman rendah hanya mampu memenuhi 1 tahapan pemecahan masalah. Sehingga siswa kurang mampu dalam memecahkan masalah.

Item Type: Skripsi
Subjects: Matematika
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: Sinta Adilla Najmu Husnia 17204163234
Date Deposited: 06 Nov 2020 02:40
Last Modified: 06 Nov 2020 02:40
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/16029

Actions (login required)

View Item View Item