Integrasi Pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd, 198108012009121004 (2020) Integrasi Pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. cetakan pertama, 1 (1). IAIN Tulungagung Press, Tulungagung. ISBN 978-602-5618-69-7

[img]
Preview
Text
BUKU INTEGRASI PENGEMBANGAN KEILMUWAN (FULL COVER).pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Konsep integrasi keilmuwan yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) berbeda-beda, jika dikaitkan dengan lembaga, maka akan ditemukan fakta yang bertolak belakang. Dalam kaidah Islam disebutkan bahwa “Al ismu Yadullu ‘ala Maa Yusamma” (Nama menunjukkan apa yang dinamai). Benarkan nama lembaga seperti Sunan Kalijaga, Sunan Ampel dan Sunan Maulana Malik Ibrahim tercermin dalam pengembangan keilmuwan Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia sebagai sebuah contoh PTKIN di Indonesia ataukah hanya sekedar kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama yang mengadopsi aspek lokalitas dimana lembaga itu berada. Hal ini tentu perlu dikaji, telaah dan bahkan diteliti. Dari hasil penelitian yang penulis temukan menunjukkan bahwa UIN Sunan Ampel Surabaya memang tampak lebih matang dalam intenalisasi spirit Sunan Ampel dalam pengembangan keilmuwannya dan kelembagaan. UIN Sunan Ampel mengembangkan konsep keilmuan dengan model menara kembar tersambung atau sering disebut “integrated twin tower”. Konsep keilmuan tersebut memiliki tujuan untuk membangun struktur keilmuan yang mana antara ilmu agama dan ilmu umum berkembang sesuai dengan karakteristik dan obyek kajian dari masing-masing ilmu. Namun, keduanya harus dapat berjalan secara bersama,memadai, wajar dan saling menyapa dengan berpedoman pada al Qur’an dan al Hadist. Di sisi lain, nuansa integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum juga tergambar pada logo UIN Sunan Ampel yang merangkum perpaduan tradisi lokal dan kemajemukan sebagaimana cara dakwah Sunan Ampel. Berbeda dengan Sunan Kalijaga yang lebih banyak menggunakan pendekatan konsep akulturasi budaya dalam dakwahnya, dalam bahasa lain konsep UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yakni; “integrasi-interkoneksi” merupakan upaya untuk mendialogkan dan mengkombinasikan antara agama-ilmu atau ilmu-agama, sehingga terbentuk suatu keilmuan baru yang mengkaji umum dan agama yang pada akhirnya melahirkan suatu keilmuan yang sejalan dengan agama Islam atau sebaliknya. Sunan Kalijaga dalam berdakwah tidak serta merta menghapus agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Jawa, melainkan menerapkan sikap toleransi terhadap kepercayaan tersebut. Sunan Kalijaga berdakwah dengan cara menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan para wali. Hal ini bertujuan agar para wali dapat dengan mudah untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat, baik dilakukan dengan cara terbuka atau tertutup. Sikap dan cara Sunan Kalijaga yang tidak bersikap antipati terhadap agama dan kepercayaan masyarakat yang bertentangan dengan ajaran Islam membawa kesuksesan Sunan Kalijaga dalam berdakwah.

Item Type: Book
Subjects: Manajemen > Pendidikan Islam
Divisions: Karya Dosen
Depositing User: Dr - Agus Zaenul Fitri
Date Deposited: 08 Apr 2020 10:19
Last Modified: 08 Apr 2020 10:19
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/14871

Actions (login required)

View Item View Item