KAWIN PAKSA DALAM PRESPEKTIF ULAMA NAHDLATUL ULAMA DI WILAYAH KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK

QURIEN HUMAIROTUN NISA’, 17102163023 (2020) KAWIN PAKSA DALAM PRESPEKTIF ULAMA NAHDLATUL ULAMA DI WILAYAH KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK. [ Skripsi ]

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (506kB) | Preview
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (257kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (18kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (223kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (378kB)
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (346kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (380kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (134kB) | Preview
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (140kB)

Abstract

ABSTRAK Qurien Humairotun Nisa’, 17102163023, Kawin Paksa Dalam Prespektif Ulama Nahdlatul Ulama Di Wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, Jurusan Hukum Keluarga Islam, IAIN Tulungagung, Pembimbing: Dr. Ahmad Musonnif, M.H.I Kata Kunci: Kawin Paksa, Prespektif Ulama, Nahdlatul Ulama Penelitian ini dilatar belakangi mengenai otoritas ayah atau kakek sebagai wali mujbir yang memiliki hak ijbar yang berimplikasi pada kawin paksa. Setiap orang selalu mendambakan hidup berkeluarga yang bahagia dalam perkawinannya. Oleh karena itu wajar jika sebelum memasuki kehidupan berumah tangga banyak yang dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan pasangan. Tidak jarang ditemukan kasus-kasus mengenai rusaknya kehidupan berumah tangga di tengah masyarakat yang dilatar belakangi kesalahan dalam memilih pasangan hidup. Penulis memilih Ulama NU di Wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dalam penyusunan skripsi ini karena melihat potensi masyarakat yang lebih memilih meminta fatwa dari tokoh-tokoh agama daripada menelaah sendiri hukum islam maupun hukum positif. Rumusan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pandangan Ulama NU di Wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek tentang kawin paksa, 2) Bagaimana pandangan Ulama NU di Wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek kawin paksa dalam prespektif fiqh madzhab? Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengamatan, wawancara atau menelaah dokumen. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah dengan cara data yang sudah terkumpul kemudian disusun, melaporkan apa adanya dan mengambil kesimpulan. Hasil kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terjadi perbedaan pendapat pada pandangan Ulama-ulama NU di Wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, secara mendasar pendapatnya cenderung sama. Membolehkan kawin paksa ini dengan melihat dulu substansinya. Kawin paksa diperbolehkan namun dalam artian demi kemaslahatan dan memberi catatan catatan yang harus diperhatikan dalam meng-ijbar, salah satunya yang paling mendasar ialah harus sekufu’. Akan tetapi ada yang dengan tegas mengatakan bahwa hukumnya haram. Karena kawin paksa dianggap identik ke perbuatan dzalim dan menyengsarakan. Para ulama berpendapat sebisa mungkin untuk lebih baiknya supaya tidak terjadi kawin paksa. Dasar istinbath yang digunakan oleh para Ulama NU di Wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek merujuk pada maslahah, Al-Qur’an, hadits dan ijma’ ulama madzhab, 2) Dalam hukum islam tidak serta merta membenarkan kawin paksa yang berkonotasi ikrah. Mayoritas Ulama NU Di Wilayah Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek mengikuti madzhab Syafi’i yang membenarkan adanya hak ijbar.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 17102163023 QURIEN HUMAIROTUN NISA’
Date Deposited: 11 Mar 2020 06:43
Last Modified: 11 Mar 2020 06:43
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/14768

Actions (login required)

View Item View Item