PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 BLITAR

ATIKUL MUZAYANA, 17210153021 (2019) PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 BLITAR. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (149kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (91kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (207kB)
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (291kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (590kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (208kB) | Preview
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (40kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (16kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penggunaan Alih Kode dan Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII di MTsN 1 Blitar” ini ditulis oleh Atikul Muzayana Nim 17210153021. Kata kunci: Alih Kode, Campur Kode, dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi pada bahasa. Bahasa sendiri memiliki peran penting dalam komunikasi, peran bahasa juga penting dalam pendidikan digunakan sebagai sarana penunjang utama proses pembelajaran. Bahasa yang digunakan tidak hanya bahasa Indonesia. Meskipun bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa, terdapat sebagian masyarakat yang menggunakan bahasa daerah untuk menyampaikan pendapatnya, seperti bahasa Jawa. Revitalis penggunaan bahasa Indonesia melalui program pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah telah diterapkan di seluruh Indonesia seperti di Blitar, meskipun sudah diketahui bahwa mayoritas menggunakan bahasa Jawa. Oleh karena itu diharuskan sudah menggunakan bahasa Indonesia di dalam sekolah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan wujud alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia, serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas kelas VII di MTsN 1 Blitar. Objek penelitian ini yaitu tindak tutur guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di dalam kelas. Jenis pengambilan data pada penelitian ini yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menemukan teori, menggambarkan realitas yang kompleks dam memeroleh pemahaman makna. Jenis pengambilan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi di kelas dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan langkah-langkah seperti menelaah data, memberikan kode dan juga mengklasifikasikan data. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini adalah tindak tutur guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia dikelas,yaitu terjadinya peralihan bahasa dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Peralihan dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia dikatakan sebagai wujud alih kode intern, sedangkan peralihan bahasa sendiri ke bahasa asing merupakan wujud alih kode ekstren. Sedangkan campur kode adalah penggunaan dua bahasa atau lebih dalam tuturan dengan menggunakan penyisipan unsur-unsur bahasa yang satu ke dalam bahasa lain. Campur kode terbagi menjadi beberapa macam yaitu campur kode berwujud kata, pada wujud campur kode berbentuk kata ini terbagi menjadi beberapa antara lain, campur kode berwujud kata dasar, campur kode berwujud kata turunan, campur kode berwujud kata ulang dan campur kode berwujud kata majemuk. Wujud campur kode selanjutnya ialah campur kode berwujud frase dan campur kode berwujud klausa. Faktorfaktor yang memengaruhi terjadinya alih kode diantaranya penutur, mitra tutur, hadirnya penutur ketiga, modus pembicaraan dan juga topik. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode diantaranya, faktor rasa kedaerahan, faktor tidak adanya konsep atau istilah bahasa Indonesia dan faktor sosial.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Bahasa Indonesia
Depositing User: 17210153021 ATIKUL MUZAYANA
Date Deposited: 11 Oct 2019 03:11
Last Modified: 11 Oct 2019 03:11
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/13555

Actions (login required)

View Item View Item