TEKNIK KOMUNIKASI PERSUASIF GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Studi Multisitus di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek)

AHMAD JARIR ATTHABARI, 12505174002 (2019) TEKNIK KOMUNIKASI PERSUASIF GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Studi Multisitus di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek). [ Thesis ]

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (563kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (241kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (335kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (96kB) | Preview
[img] Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (150kB)

Abstract

ABSTRAK Tesis dengan judul “Teknik Komunikasi Persuasif Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Studi Multisitus di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek)” ini ditulis oleh Ahmad Jarir Atthabari, dibimbing oleh Prof. Dr. Muwahid Shulhan, M.Ag. dan Dr. Hj. Elfi Mu’awanah, M.Pd. Kata Kunci: Teknik Komunikasi Persuasif, Motivasi Belajar, Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang didasarkan pada fakta di lapangan yaitu: Pertama, terdapat peserta didik yang pendiam. Kedua, kepribadian yang tertutup. Ketiga,Kurang Percaya diri. Dan Keempat, Pemalu.. Dengan kondisi tersebut akan mempengaruhi motivasi belajarnya. Hal tersebut dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal di antaranya adalah lingkungan baik secara non sosial seperti cuaca, waktu, atau tempat. Dan lingkungan secara sosial seperti masalah psikologis atau fisiologis. Di sini lingkungan merupakan salah satu faktor eksternal. Faktor internal di antaranya adalah penggunaan teknik komunikasi yang tidak sesuai, pada akhirnya mengakibatkan penyampaian pesan menjadi tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) Untuk mensintesiskan teknik asosiasi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI-Al-Huda Rejowinangun Trenggalek. (2) Untuk mensintesiskan teknik integrasi guru dalam meningkatkan motivasi belajar di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek. (3) Untuk mensintesiskan teknik ganjaran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek. (4) Untuk mensintesiskan teknik tataan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek. (5) Untuk mensintesiskan teknik red herring dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek. Metode penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisa fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orangsecara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip penjelasan yang mengarah pada penyimpulan. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan desain studi multisitus. Teknik pengumpulkan data yang digunakan observasi peran serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi, Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: (1) Teknik asosiasi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek terbilang sama, yaitu memberikan wawasan kepada peserta didik dengan cara memberi materi tambahan yang mana materi tersebut tidak harus berkaitan dengan materi pembelajaran. Cara tersebut terbilang efektif, ini dikarenakan dengan pemberian wawasan terhadap peserta didik mampu menghilangkan kejenuhan terhadap peserta didik. Sehingga dengan teknik asosiasi guru dapat memperoleh timbal balik dari siswa dan meningkatkan motivasi belajar siswa.(2) Teknik integrasi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek yaitu dengan melakukan pendekatan kepada peserta didik. Cara ini dilakukan agar terjadi suatu hubungan yang baik antara guru dan siswa dan juga terjadinya saling pengertian serta kepedulian, sehingga hal ini akan meningkatkan motivasi belajar siswa. (3) Teknik ganjaran dalam meningkatkan motivasi belajar di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek terdapat dua cara yaitu pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment). Hadiah (reward) diberikan kepada siswa yang berprestasi ataupun yang aktif dalam proses pembelajaran. Adapun hukuman (punishment) diberikan kepada siswa yang melakukan kesalahan agar peserta didik menyadari perbuatan yang telah dilakukan, sehingga mereka tidak mengulanginya. (4) Teknik tataan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek yaitu dengan cara menyusun RPP dengan sedemikian rupa agar ketika proses belajar mengajar guru telah mengetahui apa saja yang harus dilakukan. (5) Teknik red herring dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIM Plus Suwaru Bandung Tulungagung dan MI Al-Huda Rejowinangun Trenggalek masih terbilang belum efektif mengingat kemampuan dari siswa yang masih belum memadai dalam hal perdebatan.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Ilmu Pendidikan Dasar Islam
Depositing User: 12505174002 AHMAD JARIR ATTHABARI
Date Deposited: 12 Sep 2019 07:33
Last Modified: 12 Sep 2019 07:33
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/13404

Actions (login required)

View Item View Item