AMALAN TULISAN AYAT KURSI SEBAGAI SARANA PERLINDUNGAN (Studi Living Quran di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III, Besuki, Tulungagung)

DEWI CHARISUN CHAYATI, 17301153044 (2019) AMALAN TULISAN AYAT KURSI SEBAGAI SARANA PERLINDUNGAN (Studi Living Quran di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III, Besuki, Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (537kB)
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (528kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (563kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (660kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (917kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (386kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Amalan Tulisan Ayat Kursi sebagai Sarana Perlindungan: Studi Living Quran di Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III, Besuki, Tulungagung” ini ditulis oleh Dewi Charisun Chayati, NIM. 17301153044, Pembimbing Fardan Mahmudatul Imamah, STh.I., M.A. Kata Kunci: Living Quran, Ayat Kursi, Rajah, Magis Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pernyataan bahwa al-Quran sebagai pedoman umat Islam tidak hanya berfungsi sebagai bacaan. Ia juga sering difungsikan sebagai sarana perlindungan dari berbagai macam bahaya, salah satunya adalah QS al-Baqarah [2]: 255 atau ayat kursi. Sejak nabi Muhammad saw masih hidup, ayat kursi telah dipercaya memiliki banyak keutamaan, salah satunya sebagai pengusir setan atau jin yang menganggu manusia. Santri Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III di Besuki, Tulungagung merupakan salah satu komunitas muslim yang memiliki amalan ayat kursi sebagai sarana meminta perlindungan kepada Allah dari berbagai macam malapetaka. Penelitian fokus pada pemahaman santri Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III terkait amalan tulisan ayat kursi yang mereka lakukan. Penelitian ini berusaha menjelaskan beberapa hal, yakni : (1) praktik amalan tulisan ayat kursi yang dilakukan oleh santri pondok pesantren, (2) pemahaman santri, baik santri yang ditugaskan untuk menulis ayat kursi maupun santri yang memiliki tulisan tersebut tentang amalan tulisan ayat kursi. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif, dimana data berasal dari wawancara narasumber yang terdiri dari kepala pondok pesantren, santri yang ditugaskan untuk menulis ayat kursi, dan santri yang memiliki tulisan ayat kursi dengan menggunakan teknik snowball sampling dan accidental sampling untuk menentukan narasumbernya. Analisis data menggunakan teori magis milik James George Frazer. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan berdasar pemahaman santri Pondok Pesantren Jawaahirul Hikmah III bahwa (1) praktik amalan yang mereka lakukan bukan merupakan salah satu bentuk rajah, (2) penolakan istilah rajah untuk amalan yang mereka lakukan berdasar pada pemahaman mereka tentang istilah rajah dan beberapa istilah khusus lainnya.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: S.Ag 17301153044 Dewi Charisun Chayati
Date Deposited: 05 Aug 2019 08:25
Last Modified: 29 Mar 2020 12:51
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/12743

Actions (login required)

View Item View Item