TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI MASAKAN DAGING ANJING DI KELURAHAN KARANGSARI KECAMATAN SUKOREJO KOTA BLITAR

JULI TRI LIRMALASARI, 17101153029 (2019) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI MASAKAN DAGING ANJING DI KELURAHAN KARANGSARI KECAMATAN SUKOREJO KOTA BLITAR. [ Skripsi ]

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (350kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (596kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB II.pdf

Download (271kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB III.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. BAB IV.pdf

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. BAB V.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (115kB) | Preview

Abstract

Juli Tri Lirmalasari, 17101153029, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Masakan Daging Anjing Di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, IAIN Tulungagung, 2019, Pembimbing: Dr. H. M. Saifudin Zuhri, M.Ag Kata Kunci: Jual Beli, Daging Anjing, Hukum Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan berbagai macam persoalan yang seringkali dihadapi manusia adalah persoalan kesehatan, makanan dan keuangan serta kesenangan. Secara alami, manusia selalu mencari cara agar dapat bertahan guna memenuhi kebutuhan tersebut, baik dengan memanfaatkan sumber alam maupun hewan. Kehidupan manusia tidak lepas dari lingkungan sekelilingnya, baik berupa hewan maupun yang lainnya. Di antara hewan yang sering berada di sekitar manusia adalah anjing. Seperti yang beredar di masyarakat sekarang bahwa daging anjing marak diperjualbelikan termasuk di daerah Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ini yang menjadi objek penelitian saya. Saat ini masih ada juga yang membeli daging anjing itu untuk dikonsumsi tanpa memikirkan kehalalan dan keharamannya. Padahal penjual tersebut sebenarnya juga sudah tau bahwa daging anjing itu haram, tapi dalam kenyataannya masih tetap ada yang berjualan daging anjing daripada berjualan dengan objek yang sudah jelas kehalalannya.Dari permasalahan yang ada tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian terkait jual beli masakan daging anjing ditinjau dari hukum Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan jual beli masakan daging anjing di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, 2) Bagaimana Tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan jual beli masakan daging anjing di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pelaksanaaan jual beli masakan daging anjing di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, 2) Untuk mendeskripsikan Tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan jual beli masakan daging anjing di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data (data reduction), paparan data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclussion drawing/verifying). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan jual beli masakan daging anjing milik Ibu Lilik di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ini sudah sesuai dengan rukun dalam jual beli. Adanya penjual, pembeli, barang atau objek yang diperjualbelikan serta akad. 2) Tinjauan Hukum Islam terhadap jual beli masakan daging anjing di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitaryang penjual dan pembelinya kebanyakan seorang muslim dan hanya untuk dikonsumsi semata maka jual belinya tidak sah dan haram karena tidak sesuai dengan syariat Islam dan juga objeknya adalah daging anjing yang termasuk hewan buas dan bertaring. Sedangkan Jika dengan keadaan terpaksa dharurat membutuhkan daging anjing untuk mengobati suatu penyakit yang sudah tidak ada alternatif lain untuk mengobati penyakitnya itu maka diperbolehkan asalkan tidak melampaui batas.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: 17101153029 Juli Tri Lirmalasari
Date Deposited: 13 Jun 2019 04:36
Last Modified: 02 Apr 2020 06:24
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/11551

Actions (login required)

View Item View Item