METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PROGRAM LINEAR DI KELAS XI MAN 3 TULUNGAGUNG DITINJAU DARI GENDER

NUR LATIFAH, 1724143194 (2019) METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PROGRAM LINEAR DI KELAS XI MAN 3 TULUNGAGUNG DITINJAU DARI GENDER. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (256kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (318kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (133kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (426kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (721kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (404kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (97kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (89kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (227kB)

Abstract

ABSTRAK Nur Latifah, NIM. 1724143194, “Metakognisi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Materi Program Linear di Kelas XI MAN 3 Tulungagung ditinjau dari Gender”. Skripsi, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Strata Satu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Pembimbing: Dr. Sutopo, M.Pd. Kata Kunci: Metakognisi, Pemecahan Masalah, Program Linear, Gender Pembelajaran matematika pada dasarnya identik dengan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah setiap siswa pastilah berbeda-beda, walaupun masalah yang dihadapi sama. Kesuksesan seseorang dalam pemecahan masalah sangat tergantung pada kesadaran berpikirnya tentang apa yang mereka ketahui dan bagaimana melakukannya. Akan tetapi, pada faktanya baik siswa laki laki maupun siswa perempuan cenderung kurang menyadari betapa pentingnya melakukan pemecahan masalahnya sendiri, yakni mulai dari perencanaan, pemonitoran, hingga pengevaluasian hasil kerjanya. Hal ini terlihat dari cara memahami masalah yang belum sepenuhnya dipahaminya sendiri, siswa masih mencoba meminta bantuan penjelasan dari temannya mengenai maksud soal serta rencana penyelesaiannya. Siswa masih kurang memonitoring serta mengevaluasi hasil kerjanya sendiri, terlihat siswa masih mencoba bertanya atau bertukar pikiran dengan temannya mengenai langkah yang ditempuh serta hasilnya. Kebanyakan siswa masih cenderung berorientasi pada hasil daripada proses pemahaman masalah matematikanya sendiri. Siswa masih terbiasa bergantung pada rumus atau cara yang diberikan guru dengan kurang memahami alasan alasan dibalik digunakannya rumus atau cara tersebut, sehingga ketika diberikan soal matematika yang berbeda dari contoh yang diberikan, para siswa akan merasa kesulitan. Hal inilah yang mendasari dilakukan penelitian mengenai metakognisi berdasarkan gender dengan mengambil materi program linear yang memiliki proses pemecahan masalah yang membutuhkan kesadaran berpikir tinggi. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan metakognisi siswa perempuan dalam pemecahan masalah matematika materi program linear di kelas XI MAN 3 Tulungagung, 2) untuk mendeskripsikan metakognisi siswa laki-laki dalam pemecahan masalah matematika materi program linear di kelas XI MAN 3 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yakni reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dapat dilihat dari ketekunan pengamatan, triangulasi teknik, dan pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) metakognisi siswa perempuan dalam pemecahan masalah matematika materi program linear pada tahap planning yakni sudah menuliskan yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal, sudah mampu menentukan tujuan dari soal, sudah mampu memperoleh rencana penyelesaian masalah dalam soal, serta sudah dapat menemukan hubungan soalyang sedang dikerjakan dengan soal yang sudah pernah diselesaikan sebelumnya, yakni pada tahapan serta cara pengerjaan setiap tahapannya. Pada tahap monitoring yakni meyakini benar pada langkah-langkah serta cara pengerjaan setiap tahapan pemecahan masalahnya, melakukan langkah-langkahnya dengan mantap karena benar-benar memahami alasan cara atau tahapan pemecahan masalah tersebut harus dilakukan, sudah mengecek kebenaran langkah yang dilakukan serta penghitungan tahap demi tahap pemecahan masalahnya, sudah menganalisis kesesuaian rencana yang dibuat dengan pelaksanaan hingga terdapat kesesuaian hasil dengan tujuan, serta sudah dapat menetapkan hasil. Pada tahap evaluating yakni sudah mengecek kelebihan dan kekurangan yang sudah dilakukan serta mengevaluasi pencapaian tujuan yakni melalui koreksi, 2) metakognisi siswa laki-laki dalam pemecahan masalah matematika materi program linear pada tahap planning yakni sudah menuliskan yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal, sudah mampu menentukan tujuan dari soal, sudah mampu memperoleh rencana penyelesaian masalah dalam soal, serta sudah dapat menemukan hubungan soal yang sedang dikerjakan dengan soal yang sudah pernah diselesaikan sebelumnya, yakni pada tahapan serta cara pengerjaan setiap tahapannya. Pada tahap monitoring yakni kurang meyakini benar pada langkah serta cara pengerjaan tahapan pemecahan masalahnya, kurang melakukan langkah-langkahnya dengan mantap karena kurang memahami alasan cara atau tahapan pemecahan masalah tersebut harus dilakukan, akan tetapi sudah mengecek kebenaran langkah yang dilakukan serta penghitungan tahap demi tahap pemecahan masalahnya, sudah menganalisis kesesuaian rencana yang dibuat dengan pelaksanaan hingga terdapat kesesuaian hasil dengan tujuan, serta sudah dapat menetapkan hasil. Pada tahap evaluating yakni belum mengecek kelebihan dan kekurangan yang sudah dilakukan dan belum mengevaluasi pencapaian tujuan melalui koreksi.

Item Type: Skripsi
Subjects: Matematika
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: 1724143194 NUR LATIFAH
Date Deposited: 26 Feb 2019 03:14
Last Modified: 26 Feb 2019 03:14
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/10249

Actions (login required)

View Item View Item