ANALISIS BERPIKIR SISWA BERDASARKAN TEORI KOLB DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS XI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMKN 1 NGASEM KEDIRI

NYOVELA DWI SAPUTRI, 1724143200 (2018) ANALISIS BERPIKIR SISWA BERDASARKAN TEORI KOLB DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS XI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMKN 1 NGASEM KEDIRI. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (740kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (532kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (91kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (422kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (759kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (130kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (219kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (96kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (191kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Analisis Berpikir Siswa Berdasarkan Teori Kolb dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Datar Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 1 Ngasem Kediri”, ini ditulis oleh Nyovela Dwi Saputri, NIM. 1724143200, dengan pembimbing Ummu Sholihah, M.Si. Kata Kunci: Analisis Berpikir, Teori Kolb, Bangun Ruang Sisi Datar, Teknik Komputer dan Jaringan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran matematika siswa dari apa yang diharapkan dan apa yang sudah didapat. Siswa belum bisa merefleksikan pada tahap yang mana kemampuan dan kefahaman ilmu matematika yang selama ini mereka dapat. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu kebutuhan penting siswa dalam penguasaan ilmu matematika. Berpikir merupakan salah satu ketrampilan dari proses belajar. Ada kaitan atau hubungan yang erat antara berpikir dengan proses belajar pada teori Kolb, khususnya dalam pemecahan masalah di dunia pendidikan. Dalam upaya mencapai proses pembelajaran yang diinginkan oleh siswa, maka seorang pendidik perlu melakukan identifikasi atau analisis jenis berpikir siswanya terlebih dahulu, hal ini berguna untuk membantu apa yang telah disampaikan oleh pendidik dalam proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa. Dari informasi tersebut peneliti mengadakan penelitian untuk menganalisis jenis berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika materi bangun ruang sisi datar kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui jenis berpikir siswa berkemampuan tinggi berdasarkan teori Kolb dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar kelas XI TKJ di SMKN 1 Ngasem Kediri; (2) Untuk mengetahui jenis berpikir siswa berkemampuan sedang berdasarkan teori Kolb dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar kelas XI TKJ di SMKN 1 Ngasem Kediri; dan (3) Untuk mengetahui jenis berpikir siswa berkemampuan rendah berdasarkan teori Kolb dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar kelas XI TKJ di SMKN 1 Ngasem Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 5 siswa yang masing-masing diwakili oleh 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang dan 2 siswa berkemampuan rendah. Pengklasifikasian tersebut didasarkan pada nilai ulangan harian siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hiberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, tringulasi, analisis kasus negatif, bahan referensi dan menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa yang berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika bangun ruang sisi dasar berdasarkan teori Kolb tergolong jenis berpikir akomodasi, dimana siswa tersebut melewati dua tahap sebelum ini yaitu konvergen (pengamatan aktif reflektif) dengan sangat baik dan tahap asimilasi (konseptualisasi) yang baik, walaupun hal tersebut berdasarkan intuisi atau perkiraan siswa. Sehingga berakibat pada tahap akhir akomodasi (eksperimentasi aktif) yang sangat baik pula. (2) Siswa yang berkemampuan matematika sedang, keduanya sama-sama tergolong indikator berpikir asimilasi (konseptualisasi). Kedua subjek mampu melewati satu tahap sebelum tahap asimilasi dengan sangat baik, yaitu pada tahap konvergen, yang ditandai dengan penulisan segala apa yang diketahui dan yang ditanya pada soal dengan runtut dan jelas. Kedua subjek ini juga mampu membuat aturan umum (generalisasi) yang sangat baik pada tahap asimilasi. Namun mereka cukup mampu dalam hal pemakaian atau pengoperasian rumus tersebut dalam memecahkan masalah, karena kesalahpahaman mereka dalam mengoperasikan bentuk perkalian distributif. (3) Siswa yang berkemampuan matematika rendah, dalam menyelesaikan soal matematika materi bangun ruang sisi datar ini tampak bebeda. Subjek rendah pertama tergolong indikator berpikir divergen, sedangkan subjek rendah kedua tergolong indikator konvergen. Kedua subjek sama-sama belum begitu mempunyai kesadaran tentang hakikat pemecahan masalah, penyebab subjek rendah pertama termasuk indikator divergen adalah bahwa ia menjawab soal dengan tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanya dalam soal, sehingga ia kurang mampu memahami masalah. Sebenarnya ia cukup mampu dalam membuat aturan umum, namun ia kurang mampu memakai rumus tersebut dalam memecahkan masalah. Sedangkan subjek rendah kedua termasuk indikator konvergen sebab ia mampu memahami masalah dengan baik yang ditandai dengan menuliskan apa yang ia ketahui dan apa yang ditanyakan pada soal namun ia cukup mampu membuat aturan umum (generalisasi), sehingga akibatnya ia juga kurang mampu memakai rumus tersebut dalam memecahkan masalah.

Item Type: Skripsi
Subjects: Matematika
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: Skripsi 1724143200 NYOVELA DWI SAPUTRI
Date Deposited: 01 Mar 2019 01:37
Last Modified: 01 Mar 2019 01:37
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/10239

Actions (login required)

View Item View Item