PEMBINAAN AKHLAK MELALUI EKSTRAKURIKULER PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI SD ISLAM HASYIM ASY’ARI PIKATAN WONODADI BLITAR

AHMAD BADRUL ZAMAN, 1725143007 (2019) PEMBINAAN AKHLAK MELALUI EKSTRAKURIKULER PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI SD ISLAM HASYIM ASY’ARI PIKATAN WONODADI BLITAR. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (512kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (472kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (166kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (569kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (788kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (404kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (668kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (341kB)
[img] Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (123kB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pembinaan Akhlak melalui Ekstrakurikuler Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di SD Islam Hasyim Asy’ari Pikatan Wonodadi Blitar” ini ditulis oleh Ahmad Badrul Zaman, NIM. 1725143007, pembimbing Dr. Muhamad Jazeri, S.Ag. M.Pd. Kata kunci: Pembinaan, Akhlak, Ekstrakurikuler Pendidikan akhlak merupakan permasalahan utama yang selalu menjadi tantangan manusia dalam sepanjang sejarahnya. Sejarah bangsa-bangsa baik yang diabadikan dalam Al-qur’an maupun yang terdapat dalam buku-buku sejarah menunjukkan bahwa suatu bangsa akan kokoh apabila akhlaknya kokoh dan sebaliknya suatu bangsa akan runtuh apabila akhlaknya rusak. Terpuruknya bangsa dan negara Indonesia dewasa ini, tidak hanya disebabkan oleh krisis ekonomi melainkan juga oleh krisis akhlak. Oleh karena itu, perbuatan-perbuatan yang merugikan bangsa merajalela. Apabila suatu bangsa (umat) itu telah rusak, maka hal ini juga akan mempengaruhi akhlak generasi generasi mendatang. Terlebih lagi kalau rusaknya akhlak tersebut tidak segera mendapat perhatian atau usaha untuk mengendalikan dan memperbaikinya. Dalam hal ini seluruh komponen pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya lembaga pendidikan. Di sini, pendidik harus mampu memberikan bimbingan melalui proses pembelajaran baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik sehingga peserta didik menjadi generasi millenial yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkualitas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat khususnya PSHT yang merupakan jati diri dan budaya bangsa sebagai salah satu wadah untuk membangun akhlak mulia sehingga mencapai keseimbangan jasmani dan rohani melalui ajaran persaudaraan, olahraga, bela diri, kesenian, dan kerohanian yang ada dalam PSHT. Skripsi ini bermanfaat untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, terutama berkenaan dengan pembinaan akhlakul karimah. Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan bisa memberikan solusi dalam mengatasi sekaligus mencegah krisis moral anak melalui ekstrakurikuler PSHT sebagai sarana pembinaan akhlak sehingga terwujudnya generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. Bagi peneliti lain diharapkan bisa dijadikan acuan bagi peneliti selanjutnya atau peneliti lain yang ingin mengkaji lebih mendalam mengenai pembinaan akhlak melalui pencak silat, sehingga memperkaya temuan peneliti ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh dari pembina, pelatih, siswa serta dokumen dan buku pedoman ke-SH-an. Dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan teknik perpanjangankeikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan, triangulasi, pemeriksaan sejawat melalui diskusi,analisis kasus negatif, pengecekan anggota, dan uraian rinci. Hasil dari penelitian ini bahwa pembinaan akhlak ekstrakurikuler PSHT di SD Islam Hasyim Asy’ari Pikatan Wonodadi Blitar memiliki tujuan mendidik manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan memayu hayuning bawana, yang selaras dengan tujuan pendidikan di Indonesia, sehingga materi yang diajarkan pun tidak menyimpang seperti materi panca dasar yang terdiri dari berbagai ajaran akhlak. Hal tersebut didukung dengan pemakaian metode belajar sambil bermain, metode drill, metode ceramah dan tanya jawab, yang didukung dengan media, antara lain matras, belati, toyak atau tongkat, selain itu juga menggunakan materi kerohanian yang diambil dari buku pedoman ke-SH-an dan buku pedoman kepelatihan. Tingkat keberhasilan pembinaan akhlak diukur melalui evaluasi yang dilakukan di dalam dan di luar kegiatan ekstrakurikuler PSHT. Faktor pendukung pembinaan akhlak dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal, faktor pendukung internal terdiri dari minat siswa, keikhlasan pelatih, dan kompetensi pelatih. Faktor pendukung eksternal terdiri dari lingkungan dan fasilitas. Faktor penghambat dalam pembinaan akhlak terdiri dari faktor internal saja yaitu kehadiran siswa yang tidak konsisten, SDM siswa yang berbeda, kondisi pelatih. Adapun manfaat dari pembinaan akhlak melalui ektrakurikuler PSHT di SD Islam Hasyim Asy’ari Pikatan Wonodadi Blitar antara lain nilai agama dan moral, aspek kognitif, dan aspek sosial-emosional.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Guru MI
Depositing User: 1725143007 AHMAD BADRUL ZAMAN
Date Deposited: 18 Feb 2019 07:15
Last Modified: 18 Feb 2019 07:15
URI: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/10220

Actions (login required)

View Item View Item